WATULIMO, Radar Trenggalek – Kondisi gelombang laut di kawasan Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, belakangan cenderung aman. Situasi tersebut bisa menjadi momentum bagi para nelayan untuk lebih maksimal memanfaatkan kondisi laut guna meningkatkan aktivitas penangkapan ikan.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di perairan sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi itu diprakirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Itu terlihat berdasarkan rilis BMKG pada 29 September pukul 07.00 hingga 30 September 2026 pukul 06.00, tinggi gelombang di kawasan PPN Prigi relatif aman. Pada pukul 07.00 hingga 18.00, gelombang diperkirakan berada di kisaran 1,2 meter.
"Untuk tinggi gelombang cukup relatif aman yaitu 1,2 meter di jam 7 sampai jam 18.00," ungkap Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya Ady Hermanto, saat dihubungi, Selasa (29/9).
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi nelayan untuk mengoptimalkan aktivitas melaut. Terlebih dalam beberapa hari terakhir hasil tangkapan nelayan di kawasan Pantai Prigi disebut cukup melimpah. Kondisi laut yang relatif bersahabat setidaknya memberikan ruang bagi nelayan untuk meningkatkan upaya penangkapan dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang.
Baca Juga: 51 Desa Krisis Air BPBD Percepat Distribusi Tandon Jutaan Liter AIar Disalurkan
BMKG mengklasifikasikan tinggi gelombang signifikan 0,1 hingga 0,5 meter sebagai kategori tenang. Kemudian 0,5 hingga 1,25 meter masuk kategori rendah, 1,25 hingga 2,5 meter kategori sedang, 2,5 hingga 4 meter kategori tinggi, 4 hingga 6 meter sangat tinggi, dan di atas 6 meter masuk kategori ekstrem.
Meski demikian, kondisi laut tidak sepenuhnya konstan. Pada sekitar pukul 19.00 WIB, tinggi gelombang diprakirakan meningkat menjadi 1,3 meter dan berlangsung selama sekitar 4 jam. Setelah itu, gelombang kembali berangsur normal di kisaran 1,2 meter.
"Gelombang rendah tersebut berlaku hingga 2 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB," tambah Ady.
Dari sisi angin, kecepatan pada 29 hingga 30 September diperkirakan berkisar antara 2 hingga 19 knot. Kecepatan 2 knot setara sekitar 3,7 kilometer per jam, sedangkan 19 knot mencapai sekitar 35,1 kilometer per jam. Kondisi cuaca juga diperkirakan cerah hingga berawan meski terdapat potensi perubahan kondisi pada dini hari.
Kondisi gelombang tersebut menjadi perhatian karena aktivitas perikanan tangkap di PPN Prigi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Data PPN Prigi mencatat volume produksi perikanan yang didaratkan pada 2025 mencapai 11.898,5 ton dengan nilai produksi Rp124,9 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 20.918,4 ton dengan nilai produksi Rp 150,4 miliar.
Penurunan itu masing-masing mencapai 9.019 ton atau sekitar 43,12 persen untuk volume produksi dan Rp25,4 miliar atau 16,92 persen untuk nilai produksi. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kondisi tersebut adalah faktor oseanografi yang kurang mendukung aktivitas penangkapan, seperti curah hujan tinggi, gelombang tinggi, serta kecepatan angin.
Karena itu, ketika kondisi laut kembali cenderung aman, nelayan memiliki peluang untuk mengoptimalkan aktivitas penangkapan.
“Kendati demikian, perlu kami ingatkan, pemanfaatan kondisi tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan informasi cuaca dan prakiraan gelombang secara berkala. Dengan begitu, peluang mendapatkan hasil tangkapan dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan faktor keselamatan di laut,“ jelas Ady. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK