Dam Slobok Kering Kerontang

Gunawan Awan • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:29 WIB
TINGKATKAN DEBIT: Aktivitas pengangkatan sedimentasi di Dam Slobok, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, untuk persiapan musim hujan.
TINGKATKAN DEBIT: Aktivitas pengangkatan sedimentasi di Dam Slobok, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, untuk persiapan musim hujan.

TUGU, Radar Trenggalek – Keberadaan dam Slobok di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, memberikan manfaat bagi petani di wilayah sekitar ketika musim hujan. Namun, saat musim kemarau, kondisi infrastruktur tersebut kering kerontang.

Berdasarkan pantau di lokasi, Dam Slobok ini terlihat sedimen yang tinggi sehingga dilakukan pengerukan dari pihak terkait.

Tampak sejumlah alat berat dan truk mengangkut tanah sedimentasi untuk dilakukan pengangkutan di sekitar lokasi.

Selain itu, ada pekerja yang mengerjakan perbaikan kontruksi di dam. Namun jumlahnya tak begitu banyak. “Baru beberapa hari dilakukan pengerukan sedimentasi,” terang warga setempat, Giman, Selasa (6/10).

Baca Juga: Dua Kebakaran Terjadi Beruntun di Tasikmadu Kelalaian Diduga Jadi Pemicu 

Memang ketika musim kemarau tampak tidak ada air di dam yang tergolong baru di bangun sekitar setahun lalu. Artinya baru beberapa kali dipakai untuk membantu pertanian.                         

Dia menjelaskan, ketika musim penghujan selain menjadi tempat menampung dan mengatur aliran air, keberadaan bangunan tersebut membantu mencukupi kebutuhan irigasi lahan pertanian sekaligus meminimalkan risiko banjir saat debit air meningkat.

Aliran air dari kawasan sekitar bendungan dimanfaatkan untuk mengairi persawahan. Terlebih, saat musim hujan, debit air dari kawasan pegunungan cukup tinggi sehingga perlu dikelola agar tidak langsung melimpah ke wilayah permukiman maupun lahan pertanian.

“Sangat membantu petani,” ujar warga tersebut.

Menurut dia, pola tanam di wilayah tersebut umumnya dilakukan dua kali dalam setahun. Petani biasanya menanam padi pada musim tanam pertama dan kedua. Setelah itu, apabila ketersediaan air masih mencukupi, lahan dapat dimanfaatkan untuk tanaman palawija seperti jagung atau kedelai.

Baca Juga: Bahu Jalan Longsor, Jalur Alternatif Berbahaya

Namun, pola tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air. Ketika pasokan air mencukupi, petani bisa menambah masa tanam. Bahkan, pada tahun-tahun dengan curah hujan tinggi, lahan pertanian di kawasan tersebut dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

“Rata-rata dua kali. Kalau airnya masih ada, bisa jagung atau kedelai. Kadang tidak bisa karena airnya kurang,” jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi debit air pada musim hujan juga cukup besar. Aliran air dari kawasan sekitar perbukitan Dalang Turu dan perbukitan di Desa Gamping, Kecamatan Suruh, dapat meningkat signifikan ketika hujan turun terus-menerus. Bahkan, debit air pernah meningkat hingga mendekati jembatan.

Karena itu, keberadaan bendungan dan saluran pengairan menjadi penting untuk mengatur aliran air. Air yang tertampung kemudian dialirkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah.

Di sisi lain, pengelolaan bendungan juga berkaitan dengan sedimentasi. Material lumpur yang terbawa aliran air secara perlahan mengendap sehingga dapat mengurangi kapasitas tampungan. Kondisi tersebut membuat pengelolaan dan pembersihan sedimentasi menjadi bagian penting agar fungsi bendungan tetap optimal.

Baca Juga: Patroli Gentong Sasar Sekolah dan Tempat Ibadah

Warga menyebut kondisi mulai mengering biasanya terjadi sekitar Juni. Saat debit air mulai berkurang, kemampuan bendungan dalam memasok air ke lahan pertanian juga ikut menurun.

Meski demikian, keberadaan bendungan tetap dirasakan manfaatnya oleh petani. Terutama dalam menjaga ketersediaan air untuk persawahan dan mengatur aliran ketika debit air meningkat saat musim penghujan.

Bahkan tak jarang dimanfaatkan warga ketika ada air di Dam Slobok ini, misalnya untuk memancing dan tempat rekreasi murah. “Ya, ada pengunjung ketika air dam penuh,” terangnya. (gun/c1/din)

Editor : Jonathan Alinskie Winata
Sumber : RADAR TRENGGALEK
dam Slobok Ngepeh Tugu trenggalek