TERUNGKAP gangguan kesehatan dialami sejumlah warga di wilayah Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, setelah menghadiri acara aqiqah pada Selasa (6/10) malam.
Mayoritas warga yang mengalami keluhan disebut merupakan laki-laki dewasa yang sebelumnya menghadiri undangan acara tersebut.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan warga pada Rabu (7/10) sore hingga malam. Sejumlah warga mengalami gejala seperti diare atau mencret, pusing, muntah, serta kondisi badan yang meriang atau panas dingin.
Sebagian warga yang kondisinya cukup mengganggu kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Gudang Kayu Ikut Hangus
“Hari ini (Kamis, 8/9) saya masih merasakan itu, dan bahkan minta surat dokter untuk izin tidak masuk kerja,“ ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dia melanjutkan, sebenarnya pada Rabu sore hari, gangguan kesehatan tersebut hanya dirasakannya. Namun, menjelang petang, siapa sangka dirinya dapat kabar jika sejumlah tamu undangan mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti acara aqiqah.
Menurut dia, warga yang mengalami keluhan tersebut cukup banyak dan mayoritas merupakan laki-laki dewasa.
“Rata-rata yang ikut selamatan banyak yang sakit. Ada yang murus, mumet, muntah, sampai adem panas,” ujarnya.
Baca Juga: Perhutani KPH Kediri Dukung Inovasi Ecology Policing
Berdasarkan keterangan warga, menu yang disajikan dalam acara tersebut antara lain sate kambing dan gulai. Para tamu juga mendapat minuman es degan serta minuman lainnya. Sementara berkat yang dibawa pulang berupa roti bolu dan pisang.
Sehari setelah acara, tepatnya Rabu sore hingga malam, sejumlah warga yang diketahui menghadiri acara tersebut mulai mengalami gangguan kesehatan.
“Yang saya tahu, beberapa di antaranya kemudian mendapatkan perawatan di puskesmas dan klinik kesehatan terdekat,“ jelasnya.
Warga lainnya yang mengikuti acara tersebut mengaku, setelah mengalami gejala, dirinya dan warga yang sebelumnya hadir dalam acara aqiqah mulai saling bertanya mengenai keluhan kesehatan yang dialami.
Namun, mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut, dirinya belum mengetahui.
“Setelah itu banyak yang tumbang. Ada yang dibawa ke puskesmas dan ada yang ke klinik,” katanya.
Baca Juga: Kecelakaan, 39 Nyawa Melayang di Jalanan
Hingga kini, dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan epidemiologis.
Terlebih, warga yang mengalami keluhan tidak serta-merta dapat disimpulkan mengalami keracunan makanan hanya berdasarkan kesamaan waktu munculnya gejala.
“Semoga saja semua bisa segera sembuh,” harapnya. (jaz/c1/din)
Editor : Jonathan Alinskie WinataSumber : RADAR TRENGGALEK