POGALAN, Radar Trenggalek – Peristiwa keracunan massal mengejutkan warga Dusun Kedunglurah, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Puluhan orang dilaporkan bertumbangan dan terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga kuat menyantap hidangan dalam sebuah acara tasyakuran aqiqah pada Selasa malam.
Kepala Dusun (Kasun) Kedunglurah, Nur Hamdani, membenarkan adanya peristiwa nahas yang menimpa warganya tersebut.
Menurut dia, kronologi malapetaka tersebut bermula ketika salah satu warganya mengadakan acara syukuran aqiqah cucunya pada Selasa malam.
Dalam hajatan tersebut, pihak keluarga menyebarkan sekitar 150 undangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 tamu undangan hadir secara langsung ke lokasi acara, sementara sisanya mendapatkan hantaran makanan. Adapun menu utama yang disajikan kepada para tamu terdiri dari olahan daging kambing.
Baca Juga: Perhutani KPH Kediri Dukung Inovasi Ecology Policing
"Menu yang dikonsumsi warga itu ada nasi, sate, gule, kemudian untuk minumannya es degan, serta ada jajanan," rinci Hamdani saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).
Awalnya, acara berjalan lancar dan warga yang menyantap hidangan tidak merasakan keanehan apa pun. Namun, petaka mulai muncul sehari pascaacara. Tepatnya pada Rabu (7/10) malam selepas waktu salat Isya hingga puncaknya pada Kamis pagi, satu per satu tamu undangan mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya yang memburuk.
Gejala yang dialami oleh para korban rata-rata seragam. "Keluhan dari masyarakat itu sekitar pagi hari mulai muncul. Rata-rata mereka mengeluhkan pusing, panas dingin, mual, muntah-muntah, hingga perut melilit," ungkap Hamdani.
Pada awalnya, warga yang panik sempat mengira keluhan tersebut hanya masuk angin biasa sehingga mereka mencari obat mandiri di toko. Namun, melihat jumlah warga yang tumbang semakin banyak, mereka akhirnya berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Gudang Kayu Ikut Hangus
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh pihak desa, belasan orang harus menjalani penanganan medis di klinik dan puskesmas. Di Puskesmas Pogalan, tercatat 1 pasien harus menjalani rawat inap, sedangkan 3 orang lainnya berstatus rawat jalan. Sementara itu, di Klinik Putra Medika di Desa Bendorejo, terdapat 4 orang pasien rawat inap dan 4 pasien rawat jalan.
"Untuk kemungkinan adanya korban yang dirujuk ke RSUD dr Soedomo Trenggalek, sampai saat ini informasinya belum terkonfirmasi," tandasnya.
Menyadari meluasnya jumlah korban yang terdampak, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedunglurah langsung bergerak cepat. Bekerja sama dengan bhabinkamtibmas, babinsa, dan tim medis, mereka segera membuka posko pengobatan gratis langsung di sekitar lokasi kejadian.
Langkah tanggap darurat ini terbukti efektif untuk memfasilitasi warga yang terdampak. Hamdani menyebutkan, posko pengobatan gratis tersebut langsung diserbu oleh warga yang merasakan gejala.
"Ada sekitar 40 orang warga yang datang untuk memeriksakan diri dan sudah langsung difasilitasi pengobatannya di posko tersebut. Alhamdulillah tanggap daruratnya cepat sehingga warga segera tertangani," tegasnya.
Hingga saat ini, perangkat desa bersama tim dari dinas kesehatan masih terus melakukan pemantauan ketat terhadap warga yang sedang menjalani masa pemulihan.
Investigasi lebih lanjut juga akan dilakukan guna memastikan penyebab pasti dari peristiwa keracunan massal yang menggegerkan warga Kedunglurah tersebut. (gun/c1/din)
Editor : Muhammad Fadli ArdiansyahSumber : RADAR TRENGGALEK