TRENGGALEKNJENGGELEK – Memasuki musim ikan, banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk membeli ikan segar dalam jumlah lebih banyak.
Harga yang cenderung turun serta stok yang melimpah membuat banyak ibu rumah tangga hingga pedagang kuliner ingin menyimpan ikan segar sebagai stok.
Namun tanpa penanganan yang tepat, ikan segar justru cepat busuk dan menimbulkan bau tak sedap dan akhirnya tidak layak konsumsi meski baru dibeli dari pasar.
Berikut beberapa cara menyimpan ikan segar supaya tetap tahan lama tanpa mengurangi kualitas rasa dan gizinya.
1. Bersihkan Ikan Segera Setelah Dibeli
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah membersihkan ikan segera setelah dibeli.
Jika ikan masih dalam kondisi utuh, buang bagian isi perut, insang, dan sisiknya. Cuci bersih dengan air mengalir hingga tidak ada sisa darah atau kotoran yang menempel.
Ikan yang disimpan dalam kondisi kotor akan mempercepat proses pembusukan, terutama jika disimpan lebih dari satu hari.
2. Keringkan dan Bungkus Rapat
Setelah dicuci bersih, keringkan ikan menggunakan tisu dapur atau kain bersih. Hindari menyimpan ikan dalam keadaan terlalu basah karena akan mempercepat tumbuhnya bakteri.
Setelah itu, bungkus ikan dengan plastik wrap atau simpan dalam wadah tertutup rapat. Tujuannya agar tidak terkontaminasi udara dan bau bahan makanan lain di kulkas.
3. Gunakan Wadah Khusus atau Ziplock
Jika memungkinkan, simpan ikan dalam kantong ziplock yang dapat divakum agar tidak ada udara masuk.
Apabila menggunakan wadah, pastikan wadah tersebut dalam kondisi bersih, kering, dan tertutup rapat. Pilih wadah kedap udara untuk mencegah kontaminasi bakteri dan menjaga kesegaran ikan agar lebih tahan lama.
Ikan yang terpapar udara bebas di kulkas atau freezer bisa mengalami perubahan warna dan tekstur, membuat rasanya berubah saat dimasak.
4. Simpan di Freezer untuk Penyimpanan Jangka Panjang
Jika ikan akan disimpan lebih dari dua hari, masukkan ke dalam freezer. Suhu beku akan memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran ikan.
Idealnya, ikan beku bisa bertahan hingga dua bulan tanpa kehilangan kualitas rasa asalkan disimpan dengan benar.
Namun, sebaiknya hindari mencairkan dan membekukan ulang karena akan merusak tekstur ikan.
5. Jangan Campur dengan Bahan Lain di Kulkas
Letakkan ikan di bagian terpisah dari bahan makanan lain, terutama makanan siap saji atau sayuran mentah.
Kontaminasi silang bisa terjadi jika ikan yang belum dimasak menyentuh bahan lain. Hal ini tidak hanya menimbulkan bau amis di kulkas, tetapi juga berisiko menularkan bakteri berbahaya.
6. Gunakan Es Batu Jika Belum Ada Freezer
Bagi warga yang belum memiliki freezer, menyimpan ikan dengan tumpukan es batu bisa menjadi alternatif.
Masukkan ikan ke dalam wadah tertutup lalu beri es batu di sekelilingnya. Namun, metode ini hanya efektif dalam waktu 1–2 hari. Setelah itu, ikan tetap harus diolah agar tidak rusak.
Musim ikan biasanya berlangsung beberapa pekan, tergantung cuaca dan kondisi perairan. Selama musim ini, jenis ikan seperti tongkol, kembung, dan lele umumnya dijual lebih murah dan dalam kondisi lebih segar.
Menjaga kualitas ikan sangat penting, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang mengandalkan rasa dan kesegaran bahan. Kesalahan dalam menyimpan bisa berakibat kerugian karena ikan menjadi tidak layak konsumsi.
Dengan cara simpan yang tepat, ikan bisa tetap segar meski disimpan beberapa hari. Hal ini akan sangat membantu saat ingin memasak secara praktis tanpa harus bolak-balik ke pasar setiap hari.