Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kue Tradisional yang Cocok Dinikmati Saat Hujan, Warga Trenggalek Punya Banyak Pilihan

Betty Khasandra Pujayanti • Kamis, 31 Juli 2025 | 17:11 WIB

 

Beragam kue tradisional dijual di salah satu pasar. Kue tradisional ini banyak diburu warga Trenggalek saat hujan.
Beragam kue tradisional dijual di salah satu pasar. Kue tradisional ini banyak diburu warga Trenggalek saat hujan.

TRENGGALEKNJENGGELEK - Kue tradisional masih menjadi primadona saat musim hujan, terutama bagi warga Trenggalek.

Saat hujan turun mengguyur Trenggalek, banyak warga memilih menikmati waktu dengan menikmati kue tradisional.

Di Trenggalek, beragam kue tradisional yang biasa dijual di pasar atau warung kopi pinggir jalan mulai diburu sejak pagi.

Meski sederhana, cita rasa dari kue tradisional ini tetap tak tergantikan, apalagi ketika udara dingin menyelimuti wilayah Trenggalek.

Berikut 7 kue tradisional yang cocok disantap saat hujan turun di Trenggalek.

1. Lemper

Kue tradisional dari ketan ini selalu menjadi andalan warga Trenggalek saat hujan.

Lemper biasanya diisi suwiran ayam berbumbu atau abon, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Teksturnya lengket dan padat, punya rasa gurih yang pas dinikmati sambil menonton hujan dari teras rumah.

 Baca Juga: Kue Luk Chup: Keunikan Camilan Manis dari Thailand

2. Ketan Srikaya

Kue tradisional ini terdiri dari dua lapisan, ketan putih pulen di bawah dan lapisan srikaya manis dari telur, santan, serta gula merah di atasnya.

Warga Trenggalek menyukai ketan srikaya karena rasanya ringan, tetapi tetap mengenyangkan.

Warna kuning keemasannya juga menggugah selera saat cuaca mendung.

3. Klepon

Kue tradisional bulat dari tepung ketan berisi gula merah cair ini meledak manis di mulut saat digigit.

Klepon sangat diminati warga Trenggalek di musim hujan karena kelembutan teksturnya berpadu sempurna dengan kelapa parut.

Kue tradisional ini cocok disantap bersama teh tubruk yang hangat.

4. Ongol-Ongol

Tekstur kenyal dan rasa manis dari kue tradisional ini membuatnya tetap populer.

Ongol-ongol terbuat dari campuran tepung tapioka, gula aren, dan dilumuri kelapa parut.

Di Trenggalek, ongol-ongol biasa dijual per loyang kecil, sangat pas disantap ramai-ramai saat hujan mulai turun.

5. Lupis

Lupis merupakan kue tradisional dari beras ketan yang direbus, lalu disajikan dengan parutan kelapa dan kuah gula merah kental.

Di Trenggalek, lupis banyak ditemukan di pasar pagi atau warung kopi.

Saat hujan deras mengguyur, jajanan ini jadi salah satu yang paling diburu karena rasanya yang manis dan mengenyangkan.

6. Bugis

Kue tradisional dari tepung ketan hitam ini biasanya berisi unti kelapa manis.

Bugis dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Teksturnya kenyal dan rasa manisnya lembut.

Warga Trenggalek sering membeli bugis untuk disuguhkan pada tamu saat hujan turun, sebagai penghangat suasana.

7. Kue Putu

Terbuat dari tepung beras kasar, kue putu berisi gula merah dan dikukus dalam cetakan bambu kecil.

Kue tradisional ini mudah dijumpai di penjaja keliling yang biasa lewat sore hari.

Saat suara uap sempritan putu terdengar di tengah hujan Trenggalek, banyak warga langsung keluar rumah untuk membelinya.

Musim hujan di Trenggalek membuat kue tradisional ini menjadi favorit warga untuk menemani suasana dingin.

BELAJAR: Bertempat di Auditorium Sahabat Mustahiq Surabaya, pelatihan pendalaman teknik dan sharing studi kasus digelar.
BELAJAR: Bertempat di Auditorium Sahabat Mustahiq Surabaya, pelatihan pendalaman teknik dan sharing studi kasus digelar.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#hujan #trenggalek #kue tradisional #rekomendasi makanan