Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jenang Grendul Khas Trenggalek, Jajanan Tradisional Manis yang Bikin Kangen Kampung

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 22 Agustus 2025 | 01:58 WIB
Bola ketan yang kenyal berpadu dengan kuah santan hangat menjadikannya sangat cocok dinikmati di sore hari.
Bola ketan yang kenyal berpadu dengan kuah santan hangat menjadikannya sangat cocok dinikmati di sore hari.

Trenggaleknjenggelek - Trenggalek dikenal sebagai daerah dengan ragam kuliner tradisional yang melekat kuat di kehidupan masyarakatnya.

Salah satu cemal-cemil yang hingga kini masih lestari adalah Jenang Grendul.

Jajanan manis ini bukan sekadar camilan pengganjal perut, tetapi juga bagian dari tradisi yang sudah turun-temurun diwariskan.

Jenang grendul terbuat dari bahan sederhana: tepung ketan, santan, dan gula merah.

Adonan tepung ketan dibentuk menjadi bola-bola kecil, lalu direbus hingga mengapung. Setelah matang, bola ketan ini disajikan dengan kuah santan gurih manis yang harum.

Perpaduan rasa gurih, legit, dan lembut membuat siapa pun yang mencicipinya akan langsung jatuh hati.

Ciri khas jenang grendul adalah sensasi teksturnya. Bola ketan yang kenyal berpadu dengan kuah santan hangat menjadikannya sangat cocok dinikmati di sore hari.

Tak heran jika jajanan ini sering hadir di meja keluarga saat kumpul atau acara santai.

Lebih dari sekadar makanan, jenang grendul juga punya nilai filosofi.

Dalam banyak acara keagamaan dan tradisi desa di Trenggalek, hidangan ini sering disajikan sebagai simbol doa untuk kehidupan yang manis dan penuh kebersamaan.

Filosofi itu menjadikan jenang grendul bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, jenang grendul tetap bertahan. Meski banyak jajanan modern bermunculan, masyarakat Trenggalek tetap menjaga eksistensi kuliner ini.

Bahkan, beberapa pelaku UMKM mulai mengemas jenang grendul dalam bentuk instan, sehingga lebih mudah dipasarkan dan dinikmati oleh generasi muda maupun wisatawan.

Menariknya, jenang grendul tidak hanya ditemukan di pasar tradisional, tetapi juga mulai merambah kafe-kafe kecil di Trenggalek.

Inovasi ini membuat jajanan klasik tetap relevan tanpa kehilangan jati dirinya.

Bagi perantau asal Trenggalek, jenang grendul sering kali menjadi pengingat kampung halaman.

Rasanya yang manis hangat seakan membawa kembali kenangan masa kecil, saat jajanan ini dibuat bersama keluarga.

Kini, jenang grendul bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi juga potensi kuliner yang bisa mengangkat nama Trenggalek lebih luas.

Camilan ini membuktikan bahwa cita rasa tradisional selalu punya tempat di hati, meski zaman terus berubah. (mal)

 

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#Jenang Grendul