Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cenil Khas Trenggalek, Jajanan Warna-Warni Kenyal yang Bikin Nostalgia Pasar Tradisional

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 22 Agustus 2025 | 03:00 WIB
Photo
Photo

Trenggaleknjenggelek - Trenggalek dikenal dengan jajanan pasar yang beragam, salah satunya adalah cenil.

Jajanan tradisional ini identik dengan bentuk kecil-kecil berwarna cerah seperti merah muda, hijau, dan putih, lalu ditaburi kelapa parut.

Rasanya manis, kenyal, dan gurih, membuat siapa pun yang mencicipinya akan langsung teringat suasana pasar tradisional tempo dulu.

Bahan utama cenil adalah tepung singkong atau tepung ketela.

Adonan kemudian diberi pewarna makanan alami, dibentuk kecil-kecil, lalu direbus hingga matang.

Setelah itu, cenil digulingkan dalam parutan kelapa agar tidak lengket sekaligus menambah rasa gurih.

Biasanya, cenil disajikan dengan tambahan gula merah cair yang membuat rasanya semakin nikmat.

Cenil memiliki filosofi tersendiri. Warna-warni cenil mencerminkan keceriaan hidup dan kebersamaan, sementara tekstur kenyalnya melambangkan eratnya ikatan kekeluargaan.

Tak heran, cenil sering hadir dalam acara desa, kenduri, maupun sekadar camilan sore bersama teh hangat.

Kini, cenil masih mudah ditemui di pasar-pasar tradisional Trenggalek.

Meski jajanan modern semakin banyak, cenil tetap bertahan karena rasanya sederhana namun mengikat kenangan.

Bahkan beberapa UMKM mulai menjual cenil dalam kemasan siap saji, sehingga bisa dinikmati lebih praktis oleh anak muda maupun wisatawan.

Bagi perantau asal Trenggalek, cenil sering jadi jajanan wajib ketika pulang kampung.

Rasanya yang manis kenyal bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menghadirkan nostalgia masa kecil.

Tak berlebihan jika cenil disebut sebagai salah satu identitas kuliner tradisional Trenggalek yang patut dilestarikan. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani