Trenggaleknjenggelek - Selain cenil, jajanan tradisional lain yang juga khas di Trenggalek adalah gemblong.
Camilan ini terbuat dari beras ketan yang diolah menjadi adonan, lalu digoreng hingga matang.
Setelah itu, gemblong dicelupkan ke dalam larutan gula merah kental sehingga permukaannya terbalut manis legit.
Tekstur gemblong sangat khas. Bagian luarnya terasa sedikit keras dan renyah karena gula merah yang mengeras, sementara bagian dalamnya kenyal gurih dari ketan.
Perpaduan rasa gurih dan manis ini membuat gemblong selalu jadi favorit, baik anak-anak maupun orang tua.
Dulu, gemblong biasa dijajakan oleh pedagang keliling atau ditemukan di pasar tradisional.
Jajanan ini kerap hadir dalam acara hajatan atau kenduri karena dianggap melambangkan rezeki yang manis dan kebersamaan dalam keluarga.
Kini, meski makanan modern semakin beragam, gemblong tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat.
Keunikan gemblong membuat beberapa pelaku UMKM di Trenggalek mulai berinovasi.
Ada yang menambahkan varian rasa seperti pandan atau wijen, bahkan membuat versi mini agar lebih praktis dikonsumsi.
Inovasi ini membuktikan bahwa jajanan tradisional bisa terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
Bagi penikmat kuliner tradisional, gemblong bukan sekadar camilan.
Ia adalah warisan kuliner yang merekatkan memori, menghadirkan rasa manis yang sederhana namun abadi.
Menjaga keberadaan gemblong berarti menjaga salah satu identitas budaya kuliner Trenggalek. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani