Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bingka Barandam, Kue Manis yang Lembut di Lidah

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 29 Agustus 2025 | 02:00 WIB

Bingka manis lembut khas Banjar, simbol kehangatan dan tradisi yang selalu hadir di hati.
Bingka manis lembut khas Banjar, simbol kehangatan dan tradisi yang selalu hadir di hati.

Trenggaleknjenggelek - Dari sekian banyak kue tradisional khas Kalimantan, Bingka menempati tempat istimewa di hati masyarakat.

Kudapan manis yang berasal dari budaya Banjar ini tidak hanya sekadar kue, melainkan bagian penting dari tradisi dan kehidupan sosial.

Bingka kerap hadir dalam acara hajatan, syukuran, hingga momen istimewa seperti bulan Ramadan sebagai sajian berbuka puasa.

Sejarah dan Filosofi Bingka

Kue Bingka dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi salah satu ikon kuliner Banjar.

Bentuknya yang khas, menyerupai bunga dengan enam kelopak, melambangkan keindahan, keberkahan, dan rasa syukur.

Tak heran, Bingka selalu hadir dalam acara adat Banjar sebagai simbol doa dan kebahagiaan bersama.

Baca Juga: Paneer alla Pizzaiola: Roti Panggang Italia dengan Saus Tomat dan Keju Lezat

Proses Pembuatan yang Sederhana Namun Bermakna

Meski terbuat dari bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, santan, dan gula, Bingka punya cita rasa yang unik.

Adonannya dipanggang hingga matang, menghasilkan tekstur lembut dengan rasa manis legit yang khas.

Harumnya santan berpadu dengan aroma panggangan membuat kue ini terasa begitu menggoda.

Selain itu, masyarakat Banjar juga percaya bahwa proses membuat Bingka adalah bentuk kesabaran dan ketelatenan.

Dari menakar bahan, mengaduk adonan, hingga menunggu kue matang dengan sempurna, semua menjadi bagian dari filosofi hidup yang penuh ketekunan.

Varian Bingka yang Semakin Beragam

Seiring berkembangnya waktu, Bingka hadir dalam berbagai varian rasa yang semakin memperkaya khazanah kuliner Banjar.

Ada Bingka kentang dengan tekstur lebih padat, Bingka pandan dengan aroma wangi khas, hingga Bingka labu yang manis alami dan lembut.

Setiap varian memberikan pengalaman rasa yang berbeda, namun tetap mempertahankan keaslian cita rasa tradisional.

Baca Juga: Paneer alla Pizzaiola: Roti Panggang Italia dengan Saus Tomat dan Keju Lezat

Bingka sebagai Simbol Keramahtamahan

Bagi masyarakat Banjar, Bingka bukan hanya makanan manis untuk dinikmati, tetapi juga sarana untuk menyambut tamu dengan penuh kehangatan.

Setiap potong Bingka yang disajikan mencerminkan keramahan tuan rumah dan keikhlasan dalam berbagi rezeki.

Karena itu, kehadiran Bingka di meja tamu sering dianggap sebagai tanda penghormatan dan kasih sayang.

Warisan Kuliner yang Harus Dilestarikan

Di tengah gempuran modernisasi dan tren kuliner kekinian, Bingka tetap bertahan sebagai salah satu kue tradisional yang dicintai.

Banyak generasi muda Kalimantan yang mulai belajar membuat Bingka agar resep turun-temurun ini tidak hilang.

Bahkan, Bingka kini sering dijadikan oleh-oleh khas Banjarmasin dan Kalimantan Selatan karena kelezatan dan filosofinya yang dalam.

Bingka bukan hanya soal rasa, melainkan juga cerita tentang identitas, tradisi, dan kearifan lokal. Setiap gigitan Bingka membawa kita pada perjalanan rasa yang lembut, manis, dan penuh makna budaya. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#Bingka #Bingka Barandam