Sego Gegog, Kuliner Pedesaan Trenggalek yang Sederhana tapi Bikin Nagih
Zaki Jazai• Senin, 8 September 2025 | 22:15 WIB
Sego Gegok khas Trenggalek, tak sekadar nasi teri pedas, tapi kenangan masa kecil yang dikukus bersama daun pisang.
Trenggaleknjenggelek– Kalau mampir ke Trenggalek, ada satu kuliner khas pedesaan yang sederhana namun bikin nagih, namanya Sego Gegok. Bagi sebagian orang, nama ini mungkin terdengar unik, tapi bagi masyarakat Trenggalek, terutama di daerah pegunungan selatan, Sego Gegok adalah makanan sarat makna, bukan sekadar pengganjal perut.
Kata “gegegog” dalam bahasa Jawa berarti suara tungku kayu bakar saat digunakan memasak. Dari situlah nama Sego Gegok lahir. Nasi ini dimasak secara tradisional memakai kayu bakar, yang mengeluarkan bunyi khas seperti musik pengiring keseharian di dapur masyarakat desa.
Sego Gegog bukan nasi biasa. Nasi putih panas dibungkus daun pisang, diberi lauk sederhana seperti ikan teri atau sambal pedas yang menggugah selera. Bungkus daun pisang bukan hanya menambah aroma harum, tapi juga menjaga nasi tetap hangat lebih lama. Saat dibuka, wanginya langsung menggoda.
Di balik kesederhanaannya, Sego Gegog menyimpan nilai kebersamaan dan keikhlasan. Dahulu, makanan ini sering dibawa para petani ke sawah atau kebun karena praktis dan mudah dibawa. Isinya sederhana, tapi penuh rasa syukur atas hasil bumi yang mereka miliki.
Kini, Sego Gegog mulai naik kelas. Banyak warung makan di Trenggalek yang menyajikan menu ini, bahkan menjadikannya oleh-oleh kuliner khas. Wisatawan yang penasaran bisa merasakan sensasi makan nasi hangat dalam bungkus daun pisang, ditemani sambal pedas yang membuat keringat menetes.
Sego Gegog menjadi bukti bahwa makanan tidak harus mewah untuk meninggalkan kesan mendalam. Di setiap suapan, tersimpan cerita tentang tradisi, kesederhanaan, dan kehangatan masyarakat Trenggalek.
Jadi, jika berkunjung ke kabupaten yang dikenal dengan sebutan Kota Alen-alen ini, jangan lewatkan kesempatan mencicipi Sego Gegog, sajian sederhana yang penuh makna.(jaz)