TRENGGALEK - Gimchi atau kimchi merupakan salah satu makanan khas Korea yang telah mendunia.
Hidangan gimchi dikenal dengan cita rasa asam, pedas, dan segar karena melalui proses fermentasi.
Tidak hanya menjadi makanan pendamping, gimchi juga dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan imunitas tubuh.
Proses pembuatan gimchi sebenarnya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar hasilnya maksimal.
Bahan utama yang digunakan adalah sawi putih, lobak, serta bumbu khas yang terdiri dari bubuk cabai merah Korea (gochugaru), bawang putih, jahe, kecap ikan, dan daun bawang.
Langkah pertama, sawi putih dibelah menjadi beberapa bagian lalu direndam dengan garam kasar.
Proses perendaman ini penting untuk mengeluarkan kadar air sekaligus menjaga tekstur sawi tetap renyah. Setelah itu, sawi dicuci bersih dan ditiriskan.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan bumbu. Bawang putih, jahe, dan bawang merah dihaluskan, kemudian dicampur dengan bubuk cabai, kecap ikan, dan sedikit gula.
Lobak dan wortel biasanya diiris tipis lalu dicampur bersama bumbu tersebut. Setelah merata, bumbu dioleskan ke setiap lembaran sawi secara hati-hati.
Setelah semua bahan tercampur, sawi yang sudah dibumbui dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat untuk melalui proses fermentasi.
Umumnya, gimchi didiamkan selama satu hingga dua hari pada suhu ruang, kemudian disimpan di dalam lemari pendingin agar rasanya lebih stabil dan segar.
Kini, gimchi siap disajikan sebagai pendamping nasi hangat atau bahan tambahan dalam berbagai hidangan seperti sup, nasi goreng, hingga pancake ala Korea.
Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, masyarakat di Trenggalek maupun daerah lain bisa mencoba membuat gimchi sendiri di rumah. (*)