TRENGGALEK – Kopi susu kekinian menjadi minuman favorit banyak orang, terutama kalangan anak muda.
Hampir setiap kafe memiliki menu andalan kopi susu, namun uniknya, rasa yang disajikan bisa berbeda meski namanya sama.
Ada yang terasa lebih creamy, ada yang manis pekat, dan ada pula yang pahit lembut.
Perbedaan ini muncul karena beberapa faktor penting:
1. Pemilihan Biji Kopi
Kafe biasanya punya ciri khas masing-masing. Ada yang menggunakan biji arabika dengan cita rasa asam segar, ada pula yang memilih robusta dengan rasa pahit kuat.
Bahkan, ada kafe yang mencampurkan keduanya untuk menciptakan karakter rasa tersendiri.
2. Jenis Susu yang Digunakan
Tidak hanya susu sapi segar, banyak kafe kini menggunakan susu alternatif seperti oat milk, almond milk, hingga soya milk.
Baca Juga: Rahasia Nutrisi Buah Delima dan Segudang Manfaatnya bagi Kesehatan
Jenis susu inilah yang memberi tekstur berbeda pada kopi susu.
Misalnya, oat milk memberi rasa lebih gurih, sementara almond milk cenderung ringan.
3. Proporsi Kopi dan Susu
Takaran juga menentukan rasa. Jika kopinya lebih banyak, rasa akan lebih pahit dan pekat.
Sebaliknya, jika susunya lebih dominan, minuman jadi creamy dan manis.
Baca Juga: Resep Japanese Souffle Pancake, Lembut dan Mengembang ala Kafe di Rumah!
4. Teknik Penyajian
Ada kafe yang menyajikan kopi susu dengan metode manual brew, ada pula yang mengandalkan mesin espresso.
Bahkan, tren cold brew juga ikut memengaruhi cita rasa karena metode ekstraksi yang berbeda.
Faktor-faktor tersebutlah yang membuat satu gelas kopi susu di kafe A bisa terasa jauh berbeda dengan kopi susu di kafe B.
Jadi, jangan heran kalau kopi susu selalu memberi pengalaman rasa baru.