Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Alen-Alen Khas Trenggalek Camilan Gurih yang Melegenda dari Bumi Menak Sopal

Revalinda Ayu Munantia • Selasa, 7 Oktober 2025 | 02:18 WIB
Alen-alen khas Trenggalek jajanan gurih dan renyah yang menjadi ikon kuliner Kabupaten Trenggalek.
Alen-alen khas Trenggalek jajanan gurih dan renyah yang menjadi ikon kuliner Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek, selain dikenal dengan panorama alamnya yang memukau dan budaya lokal yang masih terjaga, juga memiliki beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satu jajanan tradisional yang paling populer dan menjadi ikon kuliner daerah ini adalah alen-alen khas Trenggalek.

Camilan renyah ini telah dikenal luas hingga luar daerah karena cita rasanya yang gurih dan khas, menjadikannya oleh-oleh wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Trenggalek.

Asal Usul Alen-Alen Khas Trenggalek

Alen-alen merupakan camilan tradisional yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Trenggalek.

Nama alen-alen konon berasal dari bentuknya yang bulat kecil menyerupai gelang mini, yang dalam bahasa Jawa disebut “alen”.

Jajanan ini awalnya dibuat sebagai kudapan sederhana untuk menemani waktu santai atau acara keluarga.

Namun, seiring waktu, alen-alen berkembang menjadi produk unggulan daerah yang banyak diproduksi oleh industri rumah tangga di berbagai kecamatan di Trenggalek, seperti Karangan, Pogalan, dan Durenan.

Bahan dan Proses Pembuatan Alen-Alen

Salah satu keistimewaan alen-alen khas Trenggalek terletak pada bahan dasarnya yang alami dan tanpa bahan pengawet. Adonan alen-alen terbuat dari:

•Tepung tapioka atau tepung kanji berkualitas,

•Bumbu rempah seperti bawang putih dan garam,

•Kadang ditambahkan penyedap alami seperti ketumbar halus,

•Air secukupnya untuk mengikat adonan.

Proses pembuatannya cukup unik. Adonan diuleni hingga kalis, lalu dibentuk menjadi bulatan kecil menyerupai cincin.

Setelah itu, dijemur hingga setengah kering sebelum digoreng dengan minyak panas hingga berwarna kuning keemasan.

Ciri khas alen-alen Trenggalek terletak pada teksturnya yang renyah namun tidak keras, serta rasa gurih yang tidak berlebihan.

Inilah yang membuatnya disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ragam Varian Rasa Alen-Alen

Meskipun dikenal sebagai jajanan tradisional, alen-alen terus mengalami inovasi mengikuti perkembangan zaman.

Kini, banyak pelaku UMKM di Trenggalek yang mengembangkan varian rasa modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Beberapa varian rasa alen-alen yang populer antara lain:

1. Rasa Original – Varian klasik dengan cita rasa gurih alami.

2. Rasa Pedas Balado – Kombinasi rasa gurih dan pedas yang menggugah selera.

3. Rasa Keju – Perpaduan gurih tradisional dan aroma modern yang disukai anak muda.

4. Rasa Bawang dan Rumput Laut – Varian yang semakin memperkaya pilihan rasa untuk konsumen.

Inovasi ini berhasil membuat alen-alen tetap eksis dan digemari oleh generasi muda tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Sentra Produksi Alen-Alen di Trenggalek

Beberapa desa di Trenggalek telah dikenal sebagai sentra pembuatan alen-alen, di antaranya Desa Ngetal, Kelutan, dan Bendoagung.

Di wilayah-wilayah tersebut, banyak industri rumah tangga yang mengolah alen-alen secara tradisional, bahkan ada yang sudah menembus pasar luar daerah seperti Surabaya, Kediri, dan Malang.

Pelaku usaha lokal biasanya memproduksi alen-alen dalam jumlah besar menjelang hari raya, liburan, atau musim wisata.

Hal ini menunjukkan bahwa jajanan tradisional ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat setempat.

Cita Rasa dan Daya Tarik Alen-Alen

Keunikan alen-alen khas Trenggalek terletak pada kesederhanaan bahan namun menghasilkan cita rasa yang luar biasa.

Rasanya gurih, teksturnya ringan, dan aromanya menggugah selera.

Alen-alen sangat cocok dinikmati bersama teh hangat, kopi, atau dijadikan camilan saat berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, karena bentuknya kecil dan tahan lama, jajanan ini menjadi pilihan ideal sebagai oleh-oleh khas Trenggalek yang praktis dan ekonomis.

Upaya Pelestarian dan Inovasi Produk Lokal

Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama pelaku UMKM lokal terus berupaya melestarikan dan mengembangkan alen-alen sebagai produk unggulan daerah.

Banyak program pelatihan pengemasan dan pemasaran digital yang diberikan untuk membantu produsen kecil meningkatkan daya saing produknya di pasar nasional.

Kini, alen-alen tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga sudah tersedia di berbagai platform e-commerce dan toko oleh-oleh modern.

Inovasi pengemasan menggunakan plastik vakum atau kaleng kedap udara juga menjadikan produk ini lebih tahan lama dan menarik bagi wisatawan.

Manfaat dan Nilai Budaya di Balik Jajanan Tradisional

Selain nilai ekonominya, alen-alen juga memiliki nilai budaya yang kuat. Pembuatan alen-alen sering dilakukan secara gotong royong oleh ibu-ibu rumah tangga di pedesaan, mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Trenggalek.

Dari sisi kesehatan, alen-alen juga termasuk camilan yang lebih alami dibandingkan jajanan modern, karena tidak mengandung pengawet dan pewarna buatan. Selama dikonsumsi secara wajar, alen-alen bisa menjadi camilan ringan yang menyehatkan.

 

 

(Dok. Spotify)
(Dok. Spotify)
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#wisata kuliner #kuliner tradisional #alen alen trenggalek