TRENGGALEK - Bagi sebagian orang, melihat kerupuk mie warna-warni pasti langsung mengingatkan masa kecil.
Camilan ringan berbentuk seperti mi kering ini dahulu banyak dijajakan di warung, sekolah dasar, hingga pasar tradisional.
Warnanya yang cerah seperti merah muda, kuning, hijau, dan putih membuatnya tampak menarik, apalagi ketika digoreng dan mengembang renyah.
Kerupuk mie jadul terbuat dari bahan dasar singkong yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan bumbu sederhana dan pewarna makanan alami agar tampil menarik.
Walaupun terlihat sederhana, rasa gurih dan teksturnya yang ringan membuat siapa pun sulit berhenti mengunyah.
Kini, keberadaannya mulai jarang ditemukan karena tergeser oleh camilan modern dalam kemasan.
Asal Usul dan Daya Tarik Kerupuk Mie Warna-Warni
Kerupuk mie warna-warni mulai populer sejak tahun 1980 an hingga awal 2000 an.
Pada masa itu, camilan ini menjadi favorit anak-anak karena harganya murah dan tampilannya cerah.
Umumnya dijual dalam bentuk mentah, kemudian digoreng sendiri di rumah atau dijajakan dalam keadaan matang di warung.
Warna-warni pada kerupuk mi tradisional dibuat dari pewarna makanan alami seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning, daun suji yang memberikan warna hijau, serta tambahan pewarna merah muda agar tampak lebih ceria.
Keberagaman warnanya membuat camilan ini terlihat menarik, bahkan sering dijadikan pelengkap pada nasi goreng, mie goreng, atau bakso.
Bahan dan Cara Pembuatan Kerupuk Mie Singkong Warna-Warni
Meskipun tampak sederhana, proses pembuatan kerupuk mie singkong cukup panjang. Berikut tahapan umumnya:
1. Persiapan bahan. Singkong segar dikupas, dicuci, dan diparut hingga halus.
2. Pembuatan adonan. Campurkan singkong parut dengan garam, bawang putih halus, dan sedikit penyedap rasa.
3. Pewarnaan alami. Pisahkan adonan menjadi beberapa bagian, lalu beri warna sesuai selera seperti kuning, hijau, merah muda, atau putih.
4. Pencetakan. Adonan dibentuk menyerupai mi panjang atau helai kecil.
5. Pengeringan. Jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering agar bisa mengembang saat digoreng.
6. Penggorengan. Goreng menggunakan minyak panas hingga berubah warna menjadi lebih cerah dan renyah.
Proses pengeringan secara alami inilah yang menjaga cita rasa kerupuk tetap gurih dan tidak mudah tengik.
Keunikan dan Ciri Khas Kerupuk Mie Warna-Warni
Kerupuk mie warna-warni memiliki banyak keunikan yang membuatnya tetap digemari hingga sekarang, di antaranya:
Terbuat dari singkong asli tanpa bahan pengawet.
Memiliki warna cerah alami yang menggugah selera.
Teksturnya renyah dan tidak keras, sehingga cocok untuk semua kalangan.
Rasa gurihnya autentik dan ringan di mulut.
Aromanya khas, mengingatkan masa kecil di sekolah atau pasar tradisional.
Penyebab Kerupuk Mie Jadul Mulai Punah
Seiring perkembangan zaman, banyak produsen kecil berhenti membuat kerupuk mie singkong karena kalah saing dengan camilan kemasan modern.
Selain itu, proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama juga menjadi alasan menurunnya produksi.
Padahal, kerupuk tradisional seperti ini memiliki nilai nostalgia dan cita rasa khas yang tidak tergantikan. Selain lezat, bahan-bahannya juga lebih alami serta ramah di perut.
Tips Menyimpan Kerupuk Mie Warna-Warni agar Tetap Renyah
Agar kerupuk mie warna-warni tetap gurih dan renyah, berikut beberapa cara penyimpanan yang bisa dilakukan di rumah:
1. Simpan di dalam wadah kedap udara. Setelah digoreng dan dingin, masukkan ke dalam toples atau kantong zip agar tidak lembap.
2. Jauhkan dari paparan sinar matahari secara langsung. Simpan di tempat yang sejuk dan kering supaya tidak mudah melempem.
3. Gunakan silica gel khusus makanan. Letakkan satu atau dua bungkus kecil di dalam toples untuk menyerap kelembapan.
4. Pisahkan antara kerupuk mentah dan kerupuk matang. Simpan secara terpisah agar tidak merusak tekstur dan aroma.
5. Jika mulai melempem, goreng kembali sebentar. Panaskan minyak, kemudian masukkan kerupuk selama beberapa detik untuk mengembalikan kerenyahannya.
Dengan cara penyimpanan yang tepat, kerupuk mie jadul dapat bertahan hingga beberapa minggu tanpa kehilangan cita rasa khasnya.