Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kue Sagu Khas Trenggalek, Camilan Tradisional yang Lembut dan Gurih Menjadi Favorit Sepanjang Masa

Khoinatul fitriyah • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:06 WIB

 

Kue sagu khas Trenggalek memiliki cita rasa gurih dan lembut dengan aroma wangi yang menggoda. Camilan tradisional ini menjadi bagian penting dari warisan kuliner masyarakat Trenggalek.
Kue sagu khas Trenggalek memiliki cita rasa gurih dan lembut dengan aroma wangi yang menggoda. Camilan tradisional ini menjadi bagian penting dari warisan kuliner masyarakat Trenggalek.

TRENGGALEK- Kue sagu merupakan salah satu camilan tradisional yang masih banyak dijumpai di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Meskipun saat ini banyak bermunculan kue dan jajanan modern dengan berbagai varian rasa, kue sagu di Trenggalek tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Tekstur yang lembut, renyah di bagian luar, dan aroma khas Trenggalek yang menenangkan menjadikan kue ini sebagai salah satu kudapan yang tak lekang oleh waktu.

Di Trenggalek, kue sagu sering disajikan pada berbagai acara, mulai dari hajatan, perayaan hari raya keagamaan, hingga sebagai hidangan pendamping saat minum teh atau kopi di sore hari.

Keistimewaannya terletak pada kesederhanaan bahan dan keunikan proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional.

Asal Usul dan Keunikan Kue Sagu Trenggalek

Kue sagu sudah dikenal sejak masa lampau sebagai camilan khas masyarakat pesisir selatan Jawa Timur, termasuk Trenggalek.

Dahulu, bahan dasar sagu diperoleh dari pohon sagu yang tumbuh di daerah berawa atau lembap. Namun kini, tepung sagu umumnya didapat dari pasaran dengan kualitas yang sudah terjamin.

Keunikan kue sagu khas Trenggalek terletak pada cita rasa dan teksturnya yang ringan.

Meskipun tampak sederhana, kue ini membutuhkan keterampilan khusus agar menghasilkan tekstur yang sempurna.

Aroma harum pandan dan vanili berpadu dengan rasa manis gurih santan, menjadikan kue sagu sangat digemari oleh berbagai kalangan usia.

Warna kue sagu khas Trenggalek umumnya putih kekuningan. Beberapa pengrajin menambahkan wijen di atasnya untuk menambah cita rasa dan mempercantik tampilan.

Ada pula yang menggunakan cetakan khas berbentuk bunga kecil agar terlihat lebih menarik saat disajikan.

Proses Pembuatan Kue Sagu yang Masih Tradisional

Meski saat ini telah banyak alat modern untuk membuat kue, sebagian masyarakat Trenggalek masih mempertahankan cara tradisional agar cita rasa kue sagu tetap autentik.

Proses dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan utama seperti tepung sagu, gula halus, santan kental, mentega, dan sedikit garam.

Tepung sagu kemudian disangrai bersama daun pandan hingga mengeluarkan aroma harum.

Proses penyangraian ini penting untuk menghilangkan kadar air dalam tepung sehingga kue menjadi lebih renyah dan tahan lama. Setelah dingin, tepung dicampur dengan bahan lainnya hingga menjadi adonan yang kalis.

Adonan tersebut kemudian dicetak menggunakan spuit atau alat pencetak tradisional. Beberapa pembuat kue di Trenggalek menggunakan oven tanah liat dengan bara arang agar aroma kue lebih khas.

Hasilnya adalah kue sagu dengan rasa gurih, manis yang lembut, serta aroma harum yang menggugah selera.

Resep Kue Sagu Khas Trenggalek

Bahan-bahan:

250 gram tepung sagu

100 gram gula halus

100 gram mentega, dilelehkan

1 butir kuning telur

65 mililiter santan kental

1 lembar daun pandan

Sejumput garam

Vanili bubuk secukupnya

Langkah Pembuatan:

1. Sangrai tepung sagu bersama daun pandan hingga kering dan harum. Biarkan dingin sebelum digunakan.

2. Kocok mentega dan gula halus hingga lembut, lalu tambahkan kuning telur dan aduk hingga rata.

3. Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan mulai kalis.

4. Masukkan santan dan vanili, kemudian aduk perlahan hingga adonan tercampur sempurna.

5. Cetak adonan menggunakan spuit di atas loyang yang telah dialasi kertas roti.

6. Panggang dalam oven bersuhu 150°C selama kurang lebih 30 menit hingga berwarna kekuningan.

7. Setelah matang, dinginkan kue sebelum disimpan dalam wadah tertutup agar tetap renyah.

Kue sagu dapat bertahan hingga dua minggu jika disimpan dengan benar. Kue ini cocok dinikmati bersama teh hangat atau kopi, serta bisa dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Trenggalek.

Manfaat Sagu bagi Kesehatan

Selain enak, sagu juga mengandung berbagai manfaat bagi tubuh. Sagu merupakan sumber energi karena kaya karbohidrat, serta mudah dicerna sehingga cocok untuk semua kalangan usia.

Berikut beberapa manfaat sagu:

1. Sebagai sumber energi alami untuk mendukung aktivitas harian.

2. Baik untuk pencernaan karena mudah diserap tubuh.

3. Bebas gluten, sehingga aman bagi penderita alergi terhadap gandum.

4. Membantu menenangkan lambung bagi penderita maag atau gangguan asam lambung.

5. Mendukung program diet sehat karena kandungan lemaknya rendah.

Tempat Menemukan Kue Sagu di Trenggalek

Bagi Anda yang ingin mencicipi kue sagu khas Trenggalek, kue ini dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Pon Trenggalek, Pasar Bendorejo, Pasar Pogalan, dan Pasar Gandusari.

Selain itu, beberapa toko oleh-oleh juga menjualnya dalam kemasan praktis, seperti Oleh-oleh Khas Trenggalek Bu Lilik dan Toko Rahayu Snack Trenggalek.

Harga kue sagu bervariasi, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per bungkus, tergantung ukuran dan jenisnya.

Beberapa pengrajin bahkan menerima pesanan dalam jumlah besar untuk acara khusus seperti hajatan dan hari raya.

Kue Sagu, Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan

Kue sagu bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari identitas kuliner masyarakat Trenggalek.

Kue ini menjadi simbol kesederhanaan dan kebersamaan, karena sering dibuat secara gotong royong oleh ibu-ibu di desa menjelang hari raya atau acara keluarga.

Pelestarian kue sagu menjadi penting agar generasi muda tidak melupakan kekayaan kuliner tradisional daerahnya.

Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan mengajarkan cara pembuatannya di sekolah, menampilkan kue sagu dalam festival kuliner, hingga mempromosikannya melalui media sosial agar dikenal lebih luas.

 

 

Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)
Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kue sagu #trenggalek #kue sagu keju