TRENGGALEK – Buat yang tumbuh di desa, pasti tidak asing dengan nasi jagung.
Dulu, makanan ini jadi menu sehari-hari warga pedesaan, terutama di Jawa Timur.
Tapi sekarang, coba saja cari di warung-warung kota rasanya makin jarang dijumpai.
Baca Juga: Resep Membuat Dimsum Ayam Lezat dan Mudah di Rumah
Nasi jagung dibuat dari jagung pipil yang dikeringkan lalu ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit beras.
Setelah dikukus, aromanya khas, rasanya agak manis dan gurih, cocok banget dimakan dengan sayur bening, sambal terasi, ikan asin, dan lalapan. Sederhana, tapi bikin nagih.
Yang menarik, nasi jagung ini lebih sehat dibanding nasi putih biasa.
Kandungan seratnya tinggi, bikin kenyang lebih lama, dan indeks glikemiknya rendah, jadi aman buat yang punya gula darah tinggi.
Dulu, para petani suka bawa nasi jagung sebagai bekal ke sawah, karena tahan lama dan nggak gampang basi.
Sayangnya, generasi sekarang mulai meninggalkan nasi jagung.
Banyak yang menganggapnya makanan “jadul” atau terlalu kampungan.
Padahal, di balik kesederhanaannya, nasi jagung menyimpan nilai budaya: kemandirian dan kesahajaan masyarakat desa.
Beberapa daerah di Trenggalek kini mulai menghidupkan kembali tradisi ini lewat festival kuliner dan warung makan khas pedesaan.
Harapannya, nasi jagung tak hanya jadi kenangan, tapi juga kebanggaan karena dari cita rasa desa, kita bisa belajar tentang ketulusan dan kerja keras.