Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dadar Gulung, Camilan Lembut dengan Aroma Pandan yang Menenangkan

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 04:30 WIB
Dadar gulung berwarna hijau lembut dengan isian kelapa manis menggambarkan kehangatan cita rasa tradisional Indonesia yang tetap digemari.
Dadar gulung berwarna hijau lembut dengan isian kelapa manis menggambarkan kehangatan cita rasa tradisional Indonesia yang tetap digemari.

TRENGGALEK - Dadar gulung merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang telah ada sejak lama dan masih disukai hingga sekarang.

Camilan berwarna hijau lembut ini dikenal karena rasanya yang manis, teksturnya yang empuk, serta aroma pandan yang khas.

Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari jajanan pasar, tetapi juga simbol dari kehangatan dan kesederhanaan dalam budaya kuliner Nusantara.

Asal Usul Dadar Gulung dan Filosofi Di Baliknya

Dadar gulung diperkirakan berasal dari tradisi kuliner Jawa yang kaya akan cita rasa alami dan penggunaan bahan-bahan hasil bumi.

Dalam budaya Jawa, warna hijau dari pandan sering dianggap sebagai lambang kesuburan dan ketenangan.

Nama “dadar gulung” berasal dari bentuknya yang menyerupai dadar atau kulit tipis yang digulung dengan isian di dalamnya.

Filosofi sederhana ini mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang menghargai keindahan dalam kesederhanaan.

Kue ini juga sering disajikan dalam berbagai acara tradisional seperti kenduri, hajatan, dan perayaan keluarga.

Keberadaannya melambangkan keramahan dan semangat berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Bahan Alami yang Menjadi Kunci Kelezatan

Rahasia utama kelezatan dadar gulung terletak pada penggunaan bahan-bahan alami.

Kulit dadar dibuat dari campuran tepung terigu, santan, telur, dan air pandan yang memberikan warna hijau alami sekaligus aroma khas.

Air pandan diperoleh dari daun pandan segar yang dihaluskan lalu disaring.

Aroma yang muncul dari daun ini memberi sensasi lembut dan menenangkan ketika kue dipanggang di atas wajan panas.

Isian di dalamnya biasanya berupa unti kelapa, yaitu parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah hingga mengental dan sedikit karamelisasi.

Rasa manis dari gula merah berpadu dengan gurihnya kelapa, menghasilkan keseimbangan rasa yang khas dan tidak mudah dilupakan.

Proses Pembuatan yang Penuh Ketelitian

Pembuatan dadar gulung membutuhkan ketelitian agar hasilnya halus dan tidak mudah robek.

Kulit harus dibuat tipis, lembut, dan matang merata.

Adonan dituangkan sedikit demi sedikit ke atas wajan datar lalu digerakkan hingga membentuk lapisan halus.

Setelah matang, kulit diangkat dan diisi dengan unti kelapa kemudian digulung perlahan agar isian tidak tumpah.

Proses sederhana ini membutuhkan keterampilan tangan dan ketenangan agar hasil gulungan rapi dan menarik.

Di beberapa daerah, variasi dadar gulung juga berkembang dengan tambahan bahan lain seperti daun suji untuk warna lebih pekat, atau campuran wijen pada isian untuk memberikan aroma yang lebih kuat.

Beberapa pembuat kue bahkan menambahkan sedikit garam pada adonan kulit untuk menyeimbangkan rasa manis dari isiannya, menciptakan harmoni rasa yang lebih sempurna.

Peran Dadar Gulung dalam Tradisi Kuliner Nusantara

Dadar gulung tidak hanya dikenal di Jawa, tetapi juga di berbagai daerah lain dengan nama dan bentuk yang sedikit berbeda.

Di Bali, kue ini sering disebut sebagai “dadar isi” dan menjadi bagian dari sajian upacara adat.

Di Sumatra, terdapat versi dengan tambahan kelapa sangrai dan tekstur kulit yang sedikit lebih tebal.

Kehadirannya di setiap daerah menunjukkan bahwa kue ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Selain itu, keberadaan dadar gulung di pasar tradisional juga menjadi simbol keaslian kuliner Indonesia.

Banyak penjual jajanan pasar yang masih mempertahankan resep lama tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan.

Cara tradisional ini menjaga cita rasa otentik sekaligus memperlihatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan kuliner nenek moyang.

Dadar Gulung di Era Modern

Meskipun termasuk jajanan tradisional, dadar gulung tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Banyak toko kue modern dan kafe yang menghadirkan versi baru dengan tampilan menarik.

Beberapa inovasi yang populer antara lain dadar gulung dengan isian cokelat, keju, durian, hingga matcha.

Warna kulitnya pun kini tidak hanya hijau, tetapi juga bisa merah muda, ungu, atau biru, menggunakan pewarna alami dari bunga telang dan ubi ungu.

Kreativitas dalam penyajian tidak menghilangkan nilai tradisi di dalamnya.

Sebaliknya, inovasi tersebut justru memperluas daya tarik dadar gulung di kalangan generasi muda dan wisatawan mancanegara.

Kue ini sering menjadi bagian dari hidangan dessert platter di hotel dan restoran karena tampilannya yang cantik dan rasanya yang lembut.

Makna Aroma Pandan yang Menenangkan

Salah satu daya tarik terbesar dari dadar gulung terletak pada aromanya.

Wangi pandan memiliki efek menenangkan dan menimbulkan rasa nyaman.

Dalam tradisi Nusantara, aroma alami dari tanaman seperti pandan, kayu manis, dan cengkih sering digunakan untuk menambah cita rasa sekaligus memberikan ketenangan pikiran.

Setiap kali kulit dadar dimasak, aroma pandan yang lembut seakan mengisi ruangan dan membangkitkan kenangan masa kecil di rumah.

Sensasi inilah yang membuat dadar gulung tidak hanya lezat di lidah, tetapi juga hangat di hati.

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kelapa #aroma pandan #camilan lembut #dadar gulung #cita rasa tradisional