TRENGGALEK - Opak Gambir menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah, termasuk Trenggalek dan sekitarnya.
Meskipun zaman terus berkembang dengan hadirnya aneka camilan modern, opak gambir tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Rasanya yang gurih manis serta teksturnya yang tipis dan renyah membuat jajanan ini digemari lintas generasi.
Biasanya, opak gambir dijual di pasar tradisional, toko oleh-oleh, atau dijajakan saat acara hajatan dan hari raya.
Selain enak dijadikan camilan, makanan ini juga kerap menjadi pelengkap sajian saat kumpul keluarga.
Asal dan Sejarah Opak Gambir
Opak Gambir merupakan camilan tradisional khas Jawa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Nama “gambir” diambil dari bentuknya yang tipis melingkar menyerupai bunga gambir.
Jajanan ini dulu dibuat secara manual dengan alat sederhana menggunakan bahan-bahan alami, seperti tepung beras, santan, gula, dan telur.
Di beberapa daerah opak gambir juga menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang dibuat secara gotong royong menjelang hari besar, seperti Lebaran atau perayaan desa.
Nama Lain Opak Gambir
Meskipun dikenal luas dengan sebutan Opak Gambir, jajanan tradisional ini memiliki nama berbeda di beberapa daerah. Berikut beberapa sebutan lain yang umum digunakan:
1. Kue Semprong, sebutan yang paling umum di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
2. Kue Kapit, banyak digunakan di daerah Sumatera dan Kalimantan.
3. Kue Sapit, dikenal di Jawa Barat dengan bentuk sedikit terlipat.
4. Kue Belanda atau Egg Roll Tradisional, versi modernnya mirip kue gulung khas Belanda.
5. Opak Tipis Manis, sebutan lokal di beberapa desa di Trenggalek dan Tulungagung karena bentuknya pipih dan rasanya manis.
Perbedaan nama ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran jajanan tradisional ini di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa cita rasanya memang disukai banyak orang.
Bahan dan Cara Pembuatan Opak Gambir
Pembuatan opak gambir sebenarnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelatenan agar hasilnya renyah dan tidak mudah patah. Bahan utamanya meliputi:
• Tepung beras
• Santan kelapa
• Gula pasir
• Telur
• Vanili dan sedikit garam
Semua bahan dicampur menjadi adonan cair, kemudian dicetak tipis di atas wajan datar atau cetakan khusus.
Baca Juga: Es Cappuccino Cincau, Perpaduan Segar Kopi dan Cincau yang Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas
Setelah matang dan kering, adonan akan melengkung otomatis membentuk lingkaran khas opak gambir.
Cita Rasa dan Tekstur
Opak gambir memiliki cita rasa manis dan gurih dengan aroma khas dari santan dan telur. Teksturnya renyah, tipis, dan mudah patah saat digigit. Kombinasi rasa dan tekstur inilah yang membuat jajanan ini tetap diminati, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Varian Opak Gambir Kekinian
Kini opak gambir hadir dengan berbagai varian rasa yang lebih modern. Seperti rasa cokelat, pandan, keju, wijen, dan susu.
Meskipun ada inovasi rasa, bentuk dan cara penyajiannya tetap mempertahankan keaslian tradisionalnya.
Opak Gambir Khas Trenggalek
Di Kabupaten Trenggalek, opak gambir masih banyak diproduksi oleh industri rumahan, terutama di wilayah pedesaan seperti Kecamatan Karangan dan Pogalan.
Banyak pengrajin yang menjual opak gambir sebagai oleh-oleh khas daerah dengan harga terjangkau, berkisar antara sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah per bungkus.
Selain dijual di pasar, beberapa pelaku usaha mikro kecil menengah juga mulai memasarkan opak gambir secara daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya ini menjadi cara efektif untuk melestarikan jajanan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Kandungan dan Manfaat Opak Gambir
Walau tergolong camilan, opak gambir memiliki manfaat ringan bagi tubuh karena bahan-bahannya alami.
Santan dan telur memberi asupan energi, sementara tepung beras mengandung karbohidrat yang cukup tinggi.
Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan, terutama bagi yang menjaga kadar gula darah.
Editor : Didin Cahya Firmansyah