TRENGGALEK – Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang masih lestari hingga kini, salah satunya adalah tempe kendil.
Olahan tempe ini menjadi ciri khas desa dan telah dikenal luas sebagai warisan kuliner lokal di Trenggalek yang memiliki cita rasa autentik serta nilai budaya yang tinggi, khususnya di wilayah kecamatan setempat.
Tempe kendil merupakan hidangan tradisional di Trenggalek yang diolah dengan cara khas, yaitu dimasak menggunakan kendil atau periuk tanah liat.
Penggunaan kendil dipercaya mampu memberikan aroma dan rasa yang lebih khas dibandingkan dengan panci logam pada umumnya.
Proses memasak secara tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Desa Dermosari.
Kepala Desa Dermosari, Suminto mengatakan, bahwa tempe kendil bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas dan sejarah desa.
“Olahan tempe kendil ini sudah ada sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun. Ciri khasnya ada pada penggunaan kendil yang membuat rasa masakan lebih gurih dan aromanya lebih alami,” ujar Suminto.
Bahan baku tempe kendil terbilang sederhana namun menghasilkan cita rasa yang kaya.
Olahan ini menggunakan potongan tempe yang dimasak bersama santan kental, kemudian dipadukan dengan bumbu lodeh seperti cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, serta bumbu dapur lainnya.
Perpaduan santan dan bumbu tradisional tersebut menciptakan rasa gurih, pedas, dan lezat yang khas.
Menurut Suminto, keberadaan tempe kendil juga berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat desa.
Banyak pelaku UMKM Desa Dermosari yang menjadikan tempe kendil sebagai produk unggulan.
Baca Juga: Sego Gegok, Nasi Pedas Khas Trenggalek yang Bikin Nagih
Kuliner ini kerap disajikan dalam berbagai kegiatan desa, acara adat, hingga pameran produk UMKM yang digelar di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Selain itu, tempe kendil kini menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner Kabupaten Trenggalek.
Wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kecamatan Tugu sering kali mencari dan mencicipi hidangan tradisional ini sebagai bagian dari pengalaman wisata mereka.
Pemerintah desa pun terus mendorong pelestarian tempe kendil agar tetap dikenal oleh generasi muda dan mampu bersaing sebagai kuliner lokal unggulan.
Dengan keunikan rasa dan nilai tradisi yang melekat, tempe kendil Desa Dermosari tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga memperkaya khazanah kuliner tradisional Kabupaten Trenggalek.(gun/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah