Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sompil Mak Kontring Trenggalek Jadi Buruan Wisata Kuliner, Berdiri Sejak 2000, Sehari Ludes Hingga 20 Kilo

Findika Pratama • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:00 WIB

Sompil Mak Kontring Trenggalek Jadi Buruan Wisata Kuliner, Berdiri Sejak 2000, Sehari Ludes Hingga 20 Kilo
Sompil Mak Kontring Trenggalek Jadi Buruan Wisata Kuliner, Berdiri Sejak 2000, Sehari Ludes Hingga 20 Kilo

TRENGGALEK NJENGGELEK - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali menunjukkan kekuatan wisatanya bukan hanya dari sektor alam, tetapi juga kuliner tradisional. Salah satu yang kini ramai diburu wisatawan adalah Sompil Mak Kontring Trenggalek, jajanan khas berbahan dasar singkong yang telah eksis sejak awal tahun 2000-an dan tetap digemari hingga sekarang.

Sompil Mak Kontring berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Meski berada di kawasan pedesaan, tempat ini justru menjadi magnet wisata kuliner. Setiap harinya, pembeli datang silih berganti, mulai dari warga lokal, wisatawan luar daerah, hingga pejabat yang penasaran dengan cita rasa sompil legendaris tersebut.

Berdiri Sejak 2000, Bertahan Lintas Generasi

Baca Juga: Pantai Terindah di Dunia Versi Video 8K Ultra HD, Dari Palawan Filipina hingga Nusa Penida Bali Masuk Daftar Impian Traveler

Pemilik Sompil Mak Kontring menyebut usaha ini mulai dirintis sekitar tahun 2000–2002. Dalam perjalanannya, usaha sompil ini dikelola secara turun-temurun oleh keluarga, meskipun ada juga yang dikelola secara mandiri. Keistimewaannya terletak pada cita rasa yang konsisten sejak awal berdiri.

“Rasanya tetap dipertahankan seperti dulu. Banyak pelanggan lama yang masih setia sampai sekarang,” ujar pemilik usaha.

Tak heran jika Sompil Mak Kontring Trenggalek mampu bertahan di tengah persaingan jajanan modern yang semakin beragam.

Baca Juga: Siswa SMKN 2 Trenggalek, Latih Literasi Jurnalistik Vokasi: Kritis Menulis, Profesional Berkarya

Sehari Habis Hingga 20 Kilogram

Tingginya minat pembeli membuat produksi sompil di tempat ini cukup besar. Dalam sehari, Sompil Mak Kontring bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram bahan baku, dengan rata-rata 10 kilogram pada jam-jam tertentu. Angka tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap jajanan tradisional ini.

Pembeli tidak hanya berasal dari Trenggalek. Banyak pelanggan datang dari daerah sekitar seperti Tulungagung dan Kediri. Bahkan, ada yang sengaja datang sejak pagi hari demi mendapatkan sompil yang masih hangat.

Jam operasional Sompil Mak Kontring dimulai sejak dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB hingga pagi hari. Hal ini dilakukan agar pelanggan bisa menikmati sompil dalam kondisi terbaik.

Baca Juga: Menyusuri Jalur Tracking Gunung Wilis: Dari Dusun Gemblung hingga Puncak Kromodipo, Perjalanan Sunyi yang Menyentuh Rasa

Sensasi Menikmati Sompil Langsung dari Pawon

Salah satu keunikan Sompil Mak Kontring Trenggalek adalah proses memasaknya yang bisa langsung disaksikan pembeli. Pengunjung dapat melihat langsung proses penggorengan di dapur tradisional atau pawon, mulai dari wajan besar hingga minyak panas yang mendidih.

Beberapa pelanggan bahkan diperbolehkan mengambil sompil langsung setelah digoreng. Sensasi menikmati jajanan yang masih panas inilah yang menjadi daya tarik tersendiri.

Menurut salah satu pengunjung, tekstur sompil di tempat ini terasa lebih halus dibandingkan sompil dari tempat lain. Rasa gurihnya pun merata, tanpa meninggalkan rasa berminyak berlebih.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Jajar: Kuliner Sumpil, Anyaman Simpai Tembus Ekspor hingga Tradisi Tiban yang Bangkitkan Ekonomi Warga

Jadi Tujuan Gowes dan Wisata Kuliner

Menariknya, Sompil Mak Kontring juga kerap menjadi tujuan komunitas gowes. Beberapa pesepeda bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari pusat kota Trenggalek menuju Gandusari hanya untuk mencicipi sompil ini.

“Malah ada yang gowes bareng teman-teman pensiunan dari Trenggalek ke sini. Lewat sawah dan perkampungan hanya untuk kulineran,” ujar salah satu pelanggan.

Hal ini menunjukkan bahwa Sompil Mak Kontring Trenggalek tidak hanya menjadi jajanan, tetapi juga destinasi wisata kuliner yang memberi pengalaman tersendiri.

Baca Juga: Ramalan Gempa Megathrust 2026 Menggema, Indigo Indah Ungkap Deretan Bencana Dahsyat: Banjir Bandang, Gunung Meletus hingga Wabah Mematikan

Kuliner Tradisional yang Tetap Relevan

Di tengah gempuran makanan modern, sompil tetap mampu mempertahankan eksistensinya. Berbahan dasar singkong, jajanan ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Dengan cita rasa gurih, tekstur lembut, serta proses pembuatan yang autentik, Sompil Mak Kontring menjadi representasi kekayaan kuliner Trenggalek yang patut dijaga. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Trenggalek, mencicipi sompil ini menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

Editor : Findika Pratama
#Jajanan Tradisional Trenggalek #Sompil Singkong #Kuliner Khas Trenggalek #Wisata Kuliner Trenggalek #Sompil Mak Kontring Trenggalek