JAKARTA - Di balik kelezatan kuliner dunia, tersimpan berbagai makanan yang ternyata menyimpan risiko mematikan. Beberapa bahkan dilarang di banyak negara karena kandungan racunnya. Namun anehnya, makanan-makanan ini justru tetap diburu dan menjadi bisnis bernilai tinggi. Berikut deretan makanan paling berbahaya di dunia yang tetap dikonsumsi hingga kini.
Ikan Buntal Jepang, Sensasi Maut Bernama Fugu
Ikan buntal atau pufferfish dikenal sebagai salah satu makanan paling berbahaya di dunia. Di Jepang, ikan ini diolah menjadi hidangan mewah bernama fugu. Daging ikan buntal mengandung tetrodotoxin, racun mematikan yang disebut 1.200 kali lebih beracun dibanding sianida. Dalam banyak kasus, manusia tidak bisa bertahan hidup jika racun ini masuk ke tubuh.
Meski begitu, koki di Jepang menjalani pelatihan ketat bertahun-tahun untuk memisahkan bagian beracun agar fugu aman dikonsumsi. Karena risikonya tinggi, fugu hampir sepenuhnya dilarang di negara seperti Amerika Serikat, kecuali di beberapa restoran resmi. Harga mahal dan sensasi ekstrem membuat banyak orang rela mempertaruhkan nyawa demi mencicipinya.
Casu Marzu, Keju Busuk dengan Belatung Hidup
Casu Marzu adalah keju khas Sardinia, Italia, yang dikenal sebagai keju paling berbahaya di dunia. Nama Casu Marzu berarti keju busuk. Keju ini dibuat dari susu domba dan dibiarkan dihinggapi lalat hingga bertelur. Belatung hidup di dalamnya membantu proses fermentasi dan menciptakan tekstur lembut dengan rasa pedas yang khas.
Meski dianggap berbahaya bagi kesehatan dan dilarang di banyak negara, Casu Marzu tetap dikonsumsi secara ilegal. Risiko terbesar berasal dari belatung hidup yang masih aktif saat dimakan.
Keju Keras Curpi dan Susu Sapi-Yak
Berbeda dengan Casu Marzu yang lembut, Curpi dikenal sebagai keju terkeras di dunia. Keju ini bisa tetap segar hingga 20 tahun. Keunikannya terletak pada bahan susu yang berasal dari sapi hasil persilangan sapi dan yak yang memakan berbagai herba pegunungan. Rasanya gurih dengan karakter unik yang jarang ditemukan pada keju biasa.
Ackee, Buah Nasional Jamaika yang Beracun
Ackee adalah buah nasional Jamaika dengan rasa ringan dan tekstur lembut mirip mentega. Namun buah ini sangat berbahaya jika tidak diolah dengan benar. Hanya bagian daging putih yang aman dimakan, sementara daging berwarna merah muda dan bijinya mengandung racun mematikan.
Salah satu hidangan tradisional Jamaika yang terkenal adalah ackee and saltfish. Buah ini hanya boleh dikonsumsi setelah benar-benar matang secara alami.
Elderberry dan Bahaya Sianida Alami
Elderberry sering digunakan dalam pie, sirup, teh, dan selai. Namun berry ini mengandung senyawa sianida jika dikonsumsi mentah atau belum matang. Kabar baiknya, elderberry yang dimasak hingga matang aman dikonsumsi. Hal serupa juga berlaku pada biji buah seperti ceri, persik, plum, dan aprikot yang mengandung sianida dalam jumlah kecil.
Sanakji, Gurita Hidup dari Korea Selatan
Sanakji adalah hidangan Korea berupa tentakel gurita hidup yang masih bergerak saat disajikan. Risiko utamanya adalah tentakel yang bisa menempel di mulut atau tenggorokan karena fungsi isapnya masih aktif. Meski berbahaya, sanakji tetap populer dan dianggap sebagai makanan laut bernilai tinggi.
Hákarl, Daging Hiu Beracun dari Islandia
Hiu Greenland tidak memiliki saluran pembuangan, sehingga racun tersimpan di dagingnya. Di Islandia, daging hiu diolah menjadi Hákarl dengan cara difermentasi dan dikeringkan selama 3 hingga 5 bulan. Hasilnya adalah makanan berbau amonia menyengat dengan tekstur seperti jeli. Meski ekstrem, Hákarl merupakan warisan budaya Islandia.
Singkong, Umbi Beracun yang Jadi Makanan Pokok
Singkong memiliki dua jenis, manis dan pahit. Singkong pahit mengandung sianida tinggi dan harus diparut, direndam, lalu dimasak dengan benar agar aman dikonsumsi. Umbi ini sangat berpati dan bisa diolah seperti kentang, mulai dari direbus hingga digoreng.
Rhubarb dan Bahaya Daun Beracun
Rhubarb sering digunakan dalam pie dan dessert, tetapi daunnya sangat beracun karena mengandung asam oksalat. Konsumsi daun rhubarb dapat menyebabkan sensasi terbakar di mulut, mual, hingga gangguan pernapasan.
Haggis, Jeroan Tradisional Skotlandia
Haggis adalah makanan tradisional Skotlandia yang terbuat dari jeroan domba, oatmeal, bawang, dan lemak hewan. Teksturnya kasar dan rasanya kuat. Meski tidak beracun, kombinasi bahan dan cara pengolahannya membuat haggis sering dianggap ekstrem oleh wisatawan.
Makanan Aneh Lainnya, Dari Telur Pidan hingga Sup 45 Tahun
Beberapa makanan ekstrem lain di dunia termasuk telur pidan dari Tiongkok, sup di Bangkok yang kaldunya tidak pernah dibuang selama 45 tahun, bola mata tuna, hingga kacang merah mentah yang beracun jika tidak dimasak dengan benar. Semua makanan ini menunjukkan bahwa batas antara lezat dan berbahaya sering kali sangat tipis.
Penutup
Makanan ekstrem bukan sekadar soal rasa, tetapi juga keberanian dan budaya. Di banyak negara, hidangan berbahaya justru menjadi simbol tradisi, prestise, bahkan bisnis bernilai tinggi. Pertanyaannya, kalau kamu diberi kesempatan, berani coba yang mana?