Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

War Takjil di Bandung Hari Pertama Ramadan Membludak, Pusdai Diserbu Warga hingga 100 Meter Dipenuhi Pedagang

Isna Dzikirianti • Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:00 WIB

War takjil di Pusdai Bandung membludak di hari pertama Ramadan, ratusan pedagang dan warga padati lokasi jelang magrib
War takjil di Pusdai Bandung membludak di hari pertama Ramadan, ratusan pedagang dan warga padati lokasi jelang magrib

BANDUNG – Fenomena war takjil di Bandung langsung memanas pada hari pertama Ramadan.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung dipadati warga yang berburu aneka kuliner takjil.

Antusiasme masyarakat terlihat meningkat sejak sore hari, bahkan satu jam sebelum azan magrib berkumandang.

Keramaian war takjil di Bandung ini terpantau di sepanjang jalan depan Masjid Pusdai.

Ratusan pedagang kaki lima memadati sisi jalan dengan lapak yang membentang hingga sekitar 100 meter.

Warga terus berdatangan, membuat suasana semakin padat menjelang waktu berbuka puasa.

Koresponden CN Indonesia, Yogi Prayoga, melaporkan langsung dari lokasi bahwa lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak pukul 16.00 WIB.

“Semakin sore, semakin banyak warga yang datang. Meski sempat diguyur hujan rintik-rintik, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk berburu takjil,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Ragam Takjil, dari Gorengan hingga Sushi

Di tengah euforia war takjil di Bandung, pilihan menu yang tersedia pun terbilang lengkap.

Tak hanya kuliner klasik seperti gorengan, kolak, dan cendol, warga juga bisa menemukan menu yang jarang dijumpai saat Ramadan, seperti dimsum hingga sushi.

Baca Juga: Prabowo Tiba di AS, Siap Teken Tarif Trump 19 Persen dan Hadiri Dewan Perdamaian Gaza

Minuman segar menjadi salah satu incaran utama pembeli.

Anak-anak terlihat antre untuk mendapatkan es minuman berwarna-warni yang sudah disiapkan pedagang.

Sementara itu, gerobak gorengan tampak paling ramai diserbu pembeli.

Antrean mengular di depan lapak, menunjukkan bahwa gorengan tetap menjadi primadona menu berbuka.

Selain makanan ringan, tersedia pula menu berat seperti nasi kebuli yang menjadi alternatif bagi warga yang ingin langsung menyantap hidangan utama saat berbuka.Baca Juga: Pidato Prabowo di AS Soal Investasi dan Gaza: Teken Perjanjian Dagang, Janji Good Governance hingga Program Makan Gratis

Keberagaman pilihan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Bandung.

Ramadan Lebih Ramai dari Hari Biasa

Salah satu pedagang gorengan, Aziz, mengaku suasana Ramadan membawa berkah tersendiri.

Ia berjualan di lokasi tersebut setiap hari, tidak hanya saat bulan puasa. Namun, menurutnya, jumlah pembeli meningkat signifikan selama Ramadan.

“Ramadan lebih ramai,” ujarnya singkat.

Aziz mengaku sudah mulai bersiap sejak siang hari. Ia datang lebih awal untuk membereskan lapak sebelum mulai menggoreng dagangannya.

Persiapan matang dilakukan demi melayani lonjakan pembeli yang biasanya terjadi menjelang magrib.

Peningkatan jumlah pengunjung pada hari pertama puasa ini dinilai wajar.

Banyak warga yang memilih membeli takjil untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga.

Momentum awal Ramadan kerap menjadi momen spesial, sehingga masyarakat cenderung lebih antusias berburu menu berbuka.

Hujan Tak Surutkan Antusiasme

Meski sempat turun hujan ringan, kondisi tersebut tak mengurangi semangat warga.

Payung-payung terbuka di sepanjang jalan, sementara pembeli tetap sabar mengantre.

Suasana ramai bercampur aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan menciptakan nuansa khas Ramadan.

Kawasan Pusdai memang dikenal sebagai salah satu titik favorit berburu takjil di Kota Bandung.

Lokasinya yang strategis dan berada di sekitar masjid besar membuat area ini selalu dipadati warga setiap bulan puasa.

Fenomena war takjil sendiri belakangan menjadi istilah populer untuk menggambarkan momen saling berebut atau berlomba membeli makanan berbuka.

Istilah ini ramai diperbincangkan di media sosial dan kerap menjadi konten viral setiap Ramadan tiba.

Hari pertama puasa menjadi pembuka yang semarak bagi para pedagang kaki lima.

Dengan banyaknya pilihan menu, harga yang relatif terjangkau, serta suasana khas Ramadan, war takjil di Bandung diprediksi akan terus ramai hingga akhir bulan suci.

Bagi warga yang ingin berburu takjil, disarankan datang lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang.

Namun satu hal yang pasti, semangat Ramadan dan kebersamaan terasa begitu kental di tengah hiruk-pikuk kawasan Pusdai sore itu. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#ramadhan 2026 #antrean takjil #Pedagang #bandung #Takjil #Vibes ramadhan