Trenggalek Njenggelek – Fenomena kuliner tradisional kembali mencuri perhatian publik. Sompil Khas Trenggalek yang dijajakan di Warung Mak Kontring, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, kini menjadi tujuan favorit para wisatawan kuliner hingga komunitas gowes. Keunikan rasa, cara penyajian, hingga suasana pedesaan membuat warung sederhana ini tak pernah sepi pengunjung.
Sompil Khas Trenggalek dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan sejak awal tahun 2000. Di Warung Mak Kontring yang berada di Dusun Beji, Desa Sukorejo, sajian ini tetap dipertahankan dengan resep tradisional turun-temurun. Tak hanya warga sekitar, pengunjung dari luar daerah seperti Tulungagung, Kediri, hingga Trenggalek kota sendiri rela datang pagi-pagi demi mencicipi hidangan khas ini.
Menariknya, Sompil Khas Trenggalek ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga pengalaman kuliner yang unik. Banyak pengunjung yang menyebut sensasi makan di sini berbeda karena proses penyajiannya dilakukan langsung di dapur atau “pawon”. Pembeli bisa melihat langsung proses memasak, mulai dari penggorengan tempe, pengolahan sayur, hingga penyajian kuah santan pedas yang menjadi ciri khas utama.Baca Juga: HP Helio G100 Terbaik April 2026, Infinix Note 50 hingga Tecno Pova 7 Jadi Buruan, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Kuliner Tradisional yang Selalu Ramai
Setiap harinya, Warung Mak Kontring mampu menghabiskan bahan baku dalam jumlah besar. Berdasarkan keterangan penjual, Sompil Khas Trenggalek bisa terjual hingga 20 kilogram per hari, bahkan lebih saat akhir pekan atau musim liburan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang satu ini.
Jam operasional warung juga cukup unik, yakni mulai sekitar pukul 02.30 dini hari hingga pagi hari sekitar pukul 08.00. Dalam rentang waktu singkat itu, pengunjung datang silih berganti tanpa henti. Banyak di antaranya adalah pelanggan tetap yang sudah berlangganan sejak lama.
Cita Rasa Gurih dan Tekstur Halus
Keistimewaan Sompil Khas Trenggalek terletak pada cita rasanya yang gurih dengan tekstur kuah santan yang halus. Lontong berbentuk kerucut kecil ini dipadukan dengan sayur khas seperti tewel (nangka muda) dan lauk sederhana seperti tempe goreng serta singkong. Kombinasi ini menciptakan rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Para pelanggan bahkan menyebut bahwa rasa sompil di Warung Mak Kontring lebih “halus” dan meresap dibanding tempat lain. Hal ini diduga karena proses memasak yang dilakukan secara tradisional dan langsung disajikan tanpa banyak proses penyimpanan.
Baca Juga: HP Murah Terbaik 2026 Makin Gila, Redmi hingga Tecno Bawa Spek Premium Harga 2 Jutaan
Jadi Tujuan Goweser dan Wisata Kuliner
Uniknya, Sompil Khas Trenggalek tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga komunitas olahraga seperti pesepeda atau goweser. Banyak rombongan yang sengaja menjadikan Warung Mak Kontring sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Setelah melewati jalur pedesaan dengan pemandangan sawah dan udara segar, mereka menikmati sarapan khas Trenggalek yang terkenal murah dan mengenyangkan.
Salah satu pengunjung bahkan mengaku sudah beberapa kali datang ke lokasi tersebut karena ketagihan rasa dan suasana yang ditawarkan. Menurut mereka, pengalaman makan langsung di dapur menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di warung modern.
Warisan Rasa yang Terus Bertahan
Warung Mak Kontring menjadi bukti bahwa kuliner tradisional seperti Sompil Khas Trenggalek masih mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern. Dengan harga terjangkau, cita rasa khas, serta suasana pedesaan yang autentik, kuliner ini terus menarik perhatian lintas generasi.
Tak heran jika banyak pelanggan berharap warung ini tetap mempertahankan resep asli dan cara penyajian tradisionalnya. Selain menjadi sumber penghidupan, keberadaan sompil juga menjadi bagian dari identitas kuliner Trenggalek yang patut dilestarikan.
Editor : Maylanni Diana Fitri