TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung kini menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur yang tidak hanya menawarkan pesona sejarah candi dan pantai, tetapi juga beragam oleh-oleh khas Tulungagung yang wajib dibawa pulang. Wisatawan yang berkunjung ke Kota Marmer ini akan dimanjakan dengan pilihan buah tangan yang variatif, mulai dari kuliner tradisional yang menggugah selera seperti kerupuk rambak dan kopi ijo, hingga produk kerajinan bernilai seni tinggi. Keanekaragaman ini menjadikan aktivitas belanja oleh-oleh sebagai agenda yang tak terpisahkan bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar provinsi, guna memberikan kenangan manis bagi kerabat di rumah.
Kuliner Tradisional dan Camilan Manis: Dari Kue Mangko hingga Jenang Sabun
Daftar oleh-oleh khas Tulungagung didominasi oleh jajanan tradisional yang mempertahankan resep turun-temurun dengan cita rasa otentik. Salah satu yang paling diburu adalah Kerupuk Rambak, camilan gurih dari kulit sapi atau kerbau yang menjadi primadona karena teksturnya yang renyah dan rasa asin yang pas. Selain itu, bagi pecinta rasa manis, terdapat Jenang Sabun yang memiliki tekstur kenyal mirip dodol Garut namun dengan kekhasan lokal yang lembut saat digigit. Wisatawan juga sering memborong Kue Mangko berbahan tepung ketan dan gula jawa, serta Kue Sagon kelapa yang aromanya sangat menggoda karena proses pemanggangannya yang unik.
Tak kalah menarik, terdapat anting-anting atau enting-enting kacang wijen yang menawarkan sensasi renyah dan manis. Untuk varian buah, Gethuk Pisang khas Tulungagung hadir dengan bentuk unik menyerupai lontong dan dibungkus daun pisang, biasanya menggunakan jenis pisang ambon pilihan. "Aroma pisang yang manis membuat wisatawan yang mampir tergoda untuk mencicipinya," sebagaimana dikutip dari tren kunjungan wisatawan di toko oleh-oleh pusat kota. Ragam jajanan ini tersedia luas di pasar tradisional maupun pusat buah tangan modern dengan harga yang sangat terjangkau bagi kantong wisatawan.
Baca Juga: Yamaha Aerox 2026 Resmi Hadir, Warna Baru Turbo dan Cyber City Jadi Sorotan, Harga Mulai Rp29,9 Juta
Budaya Kopi dan Kerajinan Tangan: Keunikan Kopi Ijo dan Batik Tulungagung
Selain makanan, oleh-oleh khas Tulungagung juga mencakup produk budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat setempat, seperti Kopi Ijo atau kopi cethe. Kopi ini memiliki ciri khas biji yang berwarna hijau kehitaman dan tradisi unik bernama nyethe, yaitu mengoleskan ampas kopi ke rokok untuk membentuk motif seni. Tradisi ini muncul dari kebiasaan petani saat beristirahat setelah pulang dari sawah. Bagi pecinta wastra, Batik Tulungagung menawarkan motif eksklusif seperti Majjanan, Kalangbret, dan Gajah Mada dengan dominasi warna gelap yang elegan seperti coklat tua dan biru navy.
Sektor kerajinan juga diperkuat dengan keberadaan produk berbahan dasar singkong dan ketela seperti Kletek, Sredek, dan Kemplang. Kletek merupakan keripik singkong pipih dengan aroma daun jeruk yang tajam, sementara Kemplang menawarkan kerenyahan dengan taburan kacang lul di atasnya. Bagi mereka yang mencari camilan santai di sore hari, Kue Bikang yang sering dijuluki "kue pantat mekar" karena bentuknya, menjadi teman yang pas saat dinikmati bersama minuman hangat sambil mengenang momen liburan di kota ini.
Ikon Kota Marmer: Dari Perabot Rumah Tangga hingga Ekspor Internasional
Tulungagung secara global dikenal sebagai penghasil marmer terbaik yang produknya telah menembus pasar internasional. Oleh karena itu, kerajinan marmer menjadi oleh-oleh khas Tulungagung yang paling prestisius. Wisatawan dapat membawa pulang produk olahan marmer dalam bentuk yang lebih praktis dan estetis untuk dekorasi rumah tangga. Pilihan produk yang tersedia sangat beragam, mulai dari asbak minimalis, guci hias, lampu meja yang elegan, hingga meja hias yang memiliki ketahanan luar biasa.
Pesanan untuk kebutuhan interior rumah tangga dari bahan marmer Tulungagung ini selalu stabil dan terus berdatangan setiap musim liburan. Keunggulan marmer lokal terletak pada guratan alami batu dan kualitas pengerjaan para pengrajin yang sudah ahli selama puluhan tahun. Produk marmer ini tidak hanya berfungsi sebagai buah tangan, tetapi juga sebagai investasi nilai seni bagi para kolektor. Kehadiran industri marmer ini melengkapi kekayaan Tulungagung sebagai kota yang seimbang antara potensi alam, kuliner, dan kreativitas industri kreatifnya.
Penutup Menjelajahi Tulungagung belum lengkap tanpa membawa pulang deretan oleh-oleh khas Tulungagung yang telah disebutkan. Mulai dari renyahnya kerupuk rambak hingga elegannya kerajinan marmer, setiap produk membawa cerita tentang kearifan lokal dan keramahan penduduknya. Pastikan Anda menyisihkan waktu luang untuk berburu buah tangan ini sebelum meninggalkan kota, agar kehangatan Tulungagung dapat tetap dirasakan bersama keluarga di rumah.
Editor : Vicky Permana Saputra