GARUT – Kawasan Jalan Otista, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendadak dipadati wisatawan dan pemudik yang hendak kembali ke kota asal pasca libur Lebaran. Pusat sentra oleh-oleh khas Garut di jalur arteri ini menjadi destinasi wajib bagi pelancong yang ingin membawa pulang kuliner autentik kebanggaan kota tersebut, dengan dodol aneka rasa dan kerupuk kulit dorokdok sebagai primadona utama.
Sentra Kuliner Otista: Destinasi Wajib Pemudik
Jalan Otista di pusat Kota Garut telah lama dikenal sebagai pusat UMKM yang menjajakan berbagai buah tangan khas. Sejak pagi hari, kerumunan pemudik terlihat antusias memadati toko-toko di sepanjang jalur ini. Kondisi ini merupakan pemandangan rutin setiap musim liburan, di mana wisatawan sengaja menyempatkan diri untuk berbelanja sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke ibu kota atau kota besar lainnya.
Bagi pemudik yang melintasi jalur arteri Garut, lokasi ini sangat strategis untuk disinggahi. Pedagang di sepanjang Jalan Otista menawarkan berbagai pilihan produk, mulai dari camilan tradisional hingga produk modern yang kini mulai digandrungi. Keberagaman pilihan ini memungkinkan wisatawan untuk memilih buah tangan yang tidak hanya cocok dinikmati sendiri, tetapi juga pas untuk dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga di rumah.
Baca Juga: Yamaha Aerox Cyber City 2026 Disebut Paling Value for Money, Fitur ABS dan Keyless Jadi Alasan Utama
Dodol dan Dorokdok: Primadona Penjualan Musim Liburan
Data dari para pelaku usaha UMKM menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan dibandingkan hari biasa. Per hari, pedagang mampu menjual hingga satu kuintal dodol aneka rasa buah dan kacang, yang menjadi simbol kuliner Garut. Angka penjualan ini disebut naik berkali-kali lipat berkat serbuan pemudik yang memprioritaskan dodol sebagai oleh-oleh utama.
Selain dodol, kerupuk kulit yang dikenal dengan nama dorokdok juga menjadi buruan favorit. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat dorokdok menjadi teman perjalanan yang praktis sekaligus camilan yang adiktif. "Penjualan selama musim libur Lebaran ini sangat luar biasa, dodol dan dorokdok tetap menjadi favorit utama pemudik karena nilai historis dan cita rasanya yang sangat ikonik," ujar salah satu pedagang di Jalan Otista.
Diversifikasi Oleh-Oleh: Dari Cokelat hingga Kerajinan
Tidak hanya terpaku pada kudapan tradisional, pelaku UMKM di Garut kini juga mulai memperkenalkan varian produk baru untuk menarik minat generasi muda. Salah satu yang mencuri perhatian adalah cokelat khas Garut. Inovasi ini menambah deretan daftar belanja wisatawan setelah lelah berwisata di berbagai destinasi alam Garut. Selain cokelat, pengunjung juga bisa menemukan aneka produk kerajinan tangan lokal.
Pihak pedagang menjamin bahwa harga yang ditawarkan di sentra oleh-oleh Jalan Otista sangat terjangkau dan ramah di dompet. Strategi harga yang kompetitif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemudik yang ingin membawa banyak barang tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Bagi Anda yang melewati jalur ini, menyempatkan diri untuk berhenti sejenak di pusat oleh-oleh khas Garut adalah pilihan tepat untuk melengkapi perjalanan Anda dengan kenangan manis dari Kota Dodol.
Penutup Musim liburan selalu membawa berkah bagi pelaku UMKM di Garut. Dengan tingginya antusiasme pemudik yang memburu dodol dan kerupuk dorokdok, citra Garut sebagai pusat oleh-oleh kuliner tetap tak tergantikan. Pastikan daftar belanjaan Anda sudah siap sebelum kembali ke ibu kota agar tidak melewatkan sensasi rasa autentik dari tanah Sunda ini.
Editor : Vicky Permana Saputra