TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM-Kuliner legendaris Kediri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kota berjuluk Kota Tahu dan Kota Kretek ini. Dua destinasi kuliner yang mencuri perhatian adalah Soto Pojok yang telah berdiri sejak 1926 serta Sate Kambing Bujangin yang dikenal sebagai salah satu sate kambing legendaris di Kediri.
Kedua tempat makan tersebut menawarkan cita rasa khas yang telah dipertahankan secara turun-temurun. Soto Pojok kini dikelola generasi keempat, sementara Sate Kambing Bujangin telah memasuki generasi ketiga.
Selain menikmati kuliner, suasana Kota Kediri yang relatif tenang dengan jalanan yang tidak terlalu padat turut memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang ingin menikmati sisi lain Jawa Timur.
Soto Pojok, Kuliner Bersejarah yang Berawal dari Pojok Jalan
Salah satu destinasi kuliner pertama yang disorot adalah Soto Pojok Kediri.
Menurut pengelola, usaha tersebut telah berdiri sejak 1926 dan kini dikelola oleh generasi keempat keluarga.
Lokasinya mulai menetap sejak sekitar tahun 1960-an. Sebelum memiliki tempat tetap, penjual Soto Pojok berjualan secara berkeliling.
Nama "Soto Pojok" berasal dari lokasi awal penjualannya yang berada di pojok Jalan Doho. Nama tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang.
Bangunan rumah makan masih mempertahankan nuansa klasik dengan meja kayu dan suasana jadul yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Isian Soto Pojok Bisa Disesuaikan Selera
Menu dasar Soto Pojok terdiri atas suwiran ayam dengan pelengkap kecambah, seledri, dan bawang goreng.
Pengunjung juga dapat memilih berbagai tambahan isian seperti telur muda (uritan), brutu, ati ampela, tahu, hingga kulit ayam goreng.
Pilihan isian yang beragam membuat pelanggan dapat menyesuaikan sajian sesuai selera masing-masing.
Kuah sotonya disajikan hangat dan biasa disantap sebagai menu sarapan.
Dalam tayangan tersebut, pembawa acara menyebut aroma kuah soto sudah menggugah selera bahkan sebelum disantap.
Ia juga menikmati soto tanpa tambahan kecap pada suapan pertama untuk merasakan cita rasa asli kuahnya.
Kulit ayam goreng menjadi salah satu pelengkap yang menurutnya memberikan sensasi renyah sehingga tidak lagi membutuhkan kerupuk sebagai pendamping.
Sambal kemudian ditambahkan sebagai pelengkap sesuai rekomendasi masyarakat setempat.
Kediri Disebut Memiliki Suasana Kota yang Tenang
Di sela perjalanan kuliner, tayangan juga menggambarkan suasana Kota Kediri yang dinilai tidak terlalu ramai.
Jalanan yang relatif lengang membuat kota tersebut terasa lebih santai dibandingkan kota-kota besar lainnya.
Disebutkan pula bahwa Kediri dikelilingi hamparan sawah dan Gunung Wilis yang menjadi latar alam kawasan tersebut.
Dalam penjelasan video, nama Kediri disebut berasal dari kata "Kadiri" atau "Kedi" dalam bahasa Jawa kuno yang diartikan sebagai mandiri, berdiri sendiri, kuat, berkepribadian, atau swasembada.
Sate Kambing Bujangin Jadi Tujuan Kuliner Berikutnya
Setelah menikmati sarapan, perjalanan berlanjut ke rumah makan Sate Kambing Bujangin.
Rumah makan tersebut disebut sebagai salah satu kuliner legendaris Kediri yang kini dikelola generasi ketiga.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari sate kambing bumbu kacang, sate polos, tongseng, tengkleng, sate buntel, gulai goreng, hingga krengsengan kepala.
Pembawa acara memilih mencicipi beberapa menu sekaligus untuk merasakan karakter rasa masing-masing.
Daging Kambing Dibakar di Atas Arang
Salah satu ciri khas Sate Kambing Bujangin adalah proses pembakaran menggunakan bara arang.
Lemak kambing yang menetes ke bara menghasilkan aroma khas saat proses pembakaran berlangsung.
Sate kambing disajikan dengan potongan daging yang besar menggunakan kambing muda.
Selain bumbu kacang, tersedia pula sate polos yang hanya menggunakan bumbu bawang putih tanpa tambahan kecap.
Sajian tersebut dilengkapi kuah tersendiri sebagai pendamping.
Tengkleng dan Gulai Goreng Menjadi Favorit
Selain sate, tengkleng menjadi menu yang paling menarik perhatian.
Menurut pembawa acara, bagian bertulang dengan daging yang masih menempel menghadirkan sensasi makan yang berbeda.
Ia juga mencicipi gulai goreng, menu yang disebut baru pertama kali dicobanya.
Gulai goreng disajikan bersama sambal sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan pedas.
Sate buntel yang terbuat dari daging giling juga menjadi salah satu menu yang dicicipi.
Seluruh hidangan disantap tanpa nasi agar cita rasa masing-masing menu lebih terasa.
Di akhir sesi makan, pembawa acara menyebut tengkleng dan gulai goreng sebagai menu favoritnya karena tekstur daging yang empuk dan bumbu yang meresap.
Kediri Dinilai Masih Menjaga Keaslian Suasana Kota
Perjalanan kuliner juga diselingi narasi mengenai karakter Kota Kediri.
Kota ini disebut masih mempertahankan suasana yang alami dan belum terlalu dipenuhi hiruk-pikuk perkotaan.
Keaslian tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda sembari mencicipi kuliner lokal.
Menurut narasi video, pengalaman di Kediri tidak hanya soal makanan, tetapi juga suasana kota yang sederhana dan otentik.
Menginap di Kawasan Lereng Gunung Wilis
Setelah berkeliling kota, perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Daun Hotel and Resort yang berada di kawasan lereng Gunung Wilis.
Lokasinya berada sedikit di luar pusat Kota Kediri sehingga menawarkan suasana yang lebih tenang.
Resor tersebut dikelilingi pepohonan hijau dengan udara yang sejuk.
Kamar didesain bernuansa pegunungan sehingga memberikan suasana nyaman untuk beristirahat setelah seharian berkeliling kota.
Area kolam renang menjadi salah satu fasilitas yang ditampilkan dengan latar pemandangan hijau di sekitarnya.
Dalam tayangan disebutkan bahwa daya tarik utama Bukit Daun bukan hanya bangunannya, tetapi suasana alam yang membuat pengunjung dapat menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.
Perjalanan di Kediri kemudian ditutup dengan rencana melanjutkan eksplorasi kuliner ke berbagai kota lain di Jawa Timur pada hari berikutnya.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest