TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPO.COM - Resep Coto Makassar otentik kembali menjadi perhatian pecinta kuliner Nusantara. Dalam sebuah video tutorial, kreator membagikan cara membuat Coto Makassar menggunakan air cucian beras dan kacang tanah sangrai, dua bahan yang disebut menjadi ciri khas hidangan tradisional asal Sulawesi Selatan tersebut.
Selain menggunakan daging sapi, resep ini juga dilengkapi berbagai jeroan, seperti babat, usus, limpa, paru, dan jantung sapi. Seluruh bahan dipadukan dengan aneka rempah yang menghasilkan kuah kental berwarna kecokelatan.
Menurut kreator, penggunaan air cucian beras dan kacang tanah merupakan bagian penting untuk menghasilkan cita rasa Coto Makassar yang otentik.
Daging Direbus dengan Air Cucian Beras
Proses memasak diawali dengan menyiapkan 700 gram daging sapi yang masih memiliki sedikit tulang dan lemak.
Daging yang sebelumnya disimpan di dalam freezer dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam panci presto.
Sebanyak 2,5 liter air cucian beras kemudian dituangkan ke dalam panci sebagai kuah rebusan.
Kreator menjelaskan bahwa penggunaan air cucian beras menjadi salah satu ciri khas Coto Makassar karena membuat kuah terasa lebih creamy dan sedikit lebih kental.
Ke dalam panci juga ditambahkan satu lembar daun salam, satu sentimeter lengkuas yang telah dimemarkan, serta satu sendok teh garam.
Babat dan Usus Ikut Dipresto
Selain daging sapi, beberapa jeroan juga digunakan dalam resep ini.
Jeroan tersebut terdiri atas 50 gram babat sapi, 35 gram limpa, 35 gram jantung sapi, 35 gram paru sapi, dan 35 gram usus sapi.
Seluruh jeroan sebelumnya telah direbus bersama daun salam, serai, dan lengkuas, kemudian air rebusannya dibuang.
Namun, hanya babat dan usus yang dimasukkan ke dalam panci presto bersama daging sapi karena keduanya memiliki tekstur lebih keras.
Panci presto kemudian dimasak selama sekitar 30 menit sebelum didiamkan hingga tekanan turun.
Kacang Tanah Menjadi Ciri Khas Kuah
Sambil menunggu daging matang, kreator menyiapkan 200 gram kacang tanah goreng.
Meski telah digoreng, kacang tanah kembali disangrai sebentar.
Menurut penjelasannya, proses tersebut dilakukan untuk membantu melepaskan kulit ari kacang.
Namun, kulit ari tidak dibuang dan kacang langsung dihaluskan menggunakan grinder hingga menjadi bubuk halus.
Kacang tanah inilah yang nantinya memberikan tekstur khas pada kuah Coto Makassar.
Rempah Kering Disangrai Bertahap
Tahap berikutnya adalah menyangrai rempah-rempah kering.
Bahan yang digunakan meliputi tujuh butir kemiri, kayu manis sepanjang lima sentimeter, pala sepanjang satu sentimeter, satu sendok teh lada butiran, dua sendok makan ketumbar, dan satu sendok teh jintan.
Kreator menyangrai rempah secara bertahap, dimulai dari bahan berukuran besar hingga yang paling kecil.
Setelah harum, seluruh rempah dihaluskan, kecuali kayu manis yang disisihkan untuk digunakan utuh saat proses memasak.
Bumbu Segar Digoreng Sebelum Dihaluskan
Bumbu segar yang digunakan terdiri atas 100 gram bawang merah, 50 gram bawang putih, tujuh sentimeter lengkuas, dua sentimeter jahe, dua batang serai bagian putih, empat lembar daun salam, dan enam lembar daun jeruk.
Lengkuas, jahe, serai, bawang merah, dan bawang putih digoreng secara bertahap hingga harum.
Setelah ditiriskan, seluruh bumbu dihaluskan menggunakan grinder.
Kaldu Disaring Sebelum Dimasak Kembali
Setelah proses presto selesai, daging sapi, babat, dan usus diangkat lalu dipotong menjadi ukuran sekali suap.
Kaldu hasil rebusan air cucian beras kemudian disaring agar lebih bersih.
Kaldu yang telah disaring dikembalikan ke dalam panci.
Potongan daging dan seluruh jeroan kemudian dimasukkan kembali ke dalam kuah.
Bumbu dan Kacang Tanah Dicampurkan
Bumbu halus yang telah ditumis dimasukkan ke dalam kaldu.
Daun salam, daun jeruk, serta kayu manis juga ikut dimasukkan.
Selanjutnya, kacang tanah halus dituangkan ke dalam kuah.
Seluruh bahan diaduk perlahan agar kacang tidak menggumpal.
Kuah kemudian dibumbui menggunakan satu sendok teh garam, satu sendok makan gula pasir, dan satu blok kaldu rasa ayam atau sapi.
Kreator menambahkan garam kembali setelah mencicipi rasa kuah hingga sesuai selera.
Sambal Tauco Menjadi Pelengkap
Selain kuah utama, resep ini juga dilengkapi sambal tauco.
Bahan yang digunakan terdiri atas empat cabai merah, sembilan bawang merah, tiga bawang putih, dan tauco asin.
Cabai dan bawang dihaluskan terlebih dahulu sebelum ditumis.
Setelah matang, empat sendok makan tauco dimasukkan ke dalam sambal.
Sebagai pelengkap rasa, ditambahkan satu sendok teh gula pasir dan sedikit MSG tanpa tambahan garam karena tauco sudah memiliki rasa asin.
Disajikan Bersama Buras
Setelah kuah matang, Coto Makassar disajikan dengan taburan daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng.
Perasan jeruk nipis juga ditambahkan sebelum disantap.
Sebagai pelengkap utama, hidangan ini disajikan bersama buras atau burasa.
Kreator menjelaskan bahwa Coto Makassar tradisional memang lazim disantap bersama buras, bukan nasi putih.
Menurutnya, buras yang berbahan santan berpadu dengan kuah Coto Makassar yang tidak menggunakan santan sehingga saling melengkapi.
Kuah Gurih dengan Aroma Rempah Kuat
Saat mencicipi hasil masakan, kreator menilai kuah Coto Makassar memiliki rasa gurih dengan aroma rempah yang kuat.
Kacang tanah memberikan tekstur kuah yang khas sekaligus menambah cita rasa.
Ia juga menyebut perpaduan kuah Coto Makassar dengan buras membuat hidangan terasa semakin nikmat.
Di akhir video, kreator menyebut Coto Makassar sebagai salah satu olahan daging sapi favorit berkat kekayaan rempah dan karakter kuahnya yang berbeda dari hidangan berkuah lainnya.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest