Coto Makassar Legendaris Sejak 1970-an di Senen, Buka 24 Jam dan Sajikan Buras Khas Sulawesi

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:10 WIB
Coto Makassar legendaris di Kramat Senen buka 24 jam sejak era 1970-an. Sajikan buras, ketupat, dan aneka pilihan coto khas Makassar (Pinterest).
Coto Makassar legendaris di Kramat Senen buka 24 jam sejak era 1970-an. Sajikan buras, ketupat, dan aneka pilihan coto khas Makassar (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Coto Makassar legendaris di kawasan Kramat Senen, Jakarta Pusat, kembali mencuri perhatian setelah diulas dalam sebuah video kuliner. Rumah makan yang disebut telah berdiri sejak era 1970-an ini menawarkan Coto Makassar asli dengan cita rasa khas Sulawesi Selatan serta beroperasi selama 24 jam.

Dalam ulasan tersebut, kreator menyebut rumah makan ini awalnya berjualan di kawasan Kalijodo sebelum akhirnya dikenal di wilayah Senen. Selain kuah coto yang berisi beragam potongan daging dan jeroan sapi, pengunjung juga dapat menikmati buras dan ketupat sebagai pendamping.

Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena buras masih jarang dijumpai di rumah makan khas Makassar di luar Sulawesi Selatan.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: Keluar dari Mako Brimob NTB, Haji Lalu Ahmad Zaini dan 6 Orang Diterbangkan ke KPK Jakarta

Coto Makassar Asli dengan Harga Mulai Rp30 Ribu

Sesampainya di lokasi, kreator langsung memperlihatkan daftar menu yang tersedia.

Satu porsi Coto Makassar dibanderol Rp30.000. Sementara buras maupun ketupat dijual terpisah dengan harga Rp5.000 per buah.

Selain itu, rumah makan juga menyediakan menu pelengkap seperti bakwan udang dan perkedel yang masing-masing dihargai Rp5.000.

Menurut kreator, tempat makan tersebut dikenal sebagai salah satu rumah makan khas Makassar yang telah lama beroperasi di Jakarta.

Berisi Daging dan Aneka Jeroan

Untuk mencicipi menu andalan, kreator memesan Coto Makassar campur.

Dalam satu mangkuk terdapat berbagai isian, mulai dari daging sapi, lidah, babat, paru, hingga beberapa bagian jeroan lainnya.

Ia juga menyinggung bahwa kuliner khas Makassar dikenal menggunakan banyak rempah sehingga menghasilkan bumbu yang kuat, serupa dengan masakan khas Padang maupun Sumatera Utara.

Kuah Didominasi Rasa Segar

Saat mencicipi kuah untuk pertama kalinya, kreator mengaku menemukan karakter rasa yang sedikit berbeda dari perkiraannya.

Menurutnya, kuah coto di rumah makan tersebut tidak terlalu kuat dari sisi rempah, melainkan lebih menonjolkan rasa segar dengan sentuhan asam.

Meski demikian, kuah tetap terasa nikmat ketika dipadukan dengan berbagai isian daging dan jeroan.

Baca Juga: Kasus Mantan Jampitsus Febri Adriansyah: Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru dan Bentuk Tim Khusus Alumni KPK

Buras Menjadi Pendamping Favorit

Salah satu hal yang menarik perhatian kreator adalah cara menikmati Coto Makassar menggunakan buras.

Ia mengaku sebelumnya pernah berkunjung ke Makassar, tetapi belum pernah mencoba coto dengan pendamping tersebut.

Atas saran rekannya, buras dimakan bersama kuah coto, bukan menggunakan nasi putih.

Setelah mencicipinya, ia menilai buras memiliki cita rasa yang sudah gurih meski disantap tanpa lauk.

Menurutnya, buras terasa sudah berbumbu sehingga tetap enak dimakan langsung.

Buras Dicampur ke Dalam Kuah

Tidak hanya disantap secara terpisah, kreator juga mencoba memasukkan seluruh potongan buras ke dalam mangkuk Coto Makassar.

Cara tersebut dinilainya memberikan sensasi makan yang berbeda.

Tekstur buras yang lembut berpadu dengan kuah coto sehingga menghasilkan kombinasi rasa yang lebih menyatu.

Ia bahkan beberapa kali menyebut bahwa buras menjadi bagian yang paling disukainya selama menikmati hidangan tersebut.

Ketupat Menawarkan Sensasi Berbeda

Selain buras, kreator juga mencicipi ketupat yang tersedia di rumah makan tersebut.

Berbeda dengan buras, ketupat memiliki rasa yang lebih netral.

Karena tidak mengandung santan, ketupat dinilai hanya berfungsi sebagai pendamping tanpa memberikan tambahan cita rasa pada kuah.

Setelah membandingkan keduanya, kreator mengaku lebih menyukai buras.

Menurutnya, buras memiliki rasa yang lebih kaya sehingga cocok dipadukan dengan kuah Coto Makassar.

Baca Juga: OTT Bupati Lombok Barat: Sempat Nobar Final Piala Dunia Sampai Subuh, Ruang Kerja Lalu Ahmad Zaini Disegel KPK

Nama Menu Unik Jadi Daya Tarik

Selain menu utama, rumah makan ini juga menawarkan sejumlah pilihan Coto Makassar dengan nama-nama yang unik.

Beberapa di antaranya adalah Parto yang berisi paru dan otak, Paruto, Janda Hot yang terdiri dari jantung, daging, dan hati, Janda Baru berisi jantung, daging, babat, dan paru, serta Pejabat yang berisi pipi, jantung, dan babat.

Kreator mengaku sempat merasa nama-nama tersebut terdengar unik sebelum mengetahui bahwa masing-masing merupakan singkatan dari kombinasi isi coto yang disajikan.

Buka 24 Jam Layani Pengunjung

Salah satu keunggulan rumah makan ini adalah jam operasionalnya yang berlangsung tanpa henti.

Menurut kreator, Coto Makassar tersebut buka selama 24 jam sehingga bisa dikunjungi kapan saja, baik pagi, siang, malam, maupun dini hari.

Hal itu menjadi nilai tambah bagi pencinta kuliner yang mencari makanan hangat di luar jam makan normal.

Menutup Santapan dengan Menu Lain

Di akhir kunjungannya, kreator juga mencicipi menu ayam goreng yang tersedia di rumah makan tersebut.

Ia menyebut bagian kulit ayam terasa renyah, sedangkan dagingnya tetap juicy dan empuk.

Menurutnya, rasa ayam goreng tersebut juga cukup memuaskan sebagai pelengkap setelah menikmati semangkuk Coto Makassar.

Sebelum mengakhiri video, kreator mengajak penonton untuk memberikan rekomendasi kuliner lain yang layak dikunjungi pada ulasan berikutnya.

Dengan sejarah yang disebut telah dimulai sejak era 1970-an, pilihan menu yang beragam, serta layanan 24 jam, rumah makan Coto Makassar di kawasan Kramat Senen ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang menarik bagi pencinta masakan khas Sulawesi Selatan di Jakarta.

Baca Juga: Pasca OTT Bupati Lombok Barat: KPK Segel Ruang Kerja Lalu Ahmad Zaini dan Kantor Dinas PUPR di Lantai 2

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Coto Makassar Coto Makassar Senen Coto Makassar legendaris buras Makassar kuliner Makassar Jakarta