TRENGGALEKNJENGGELK,JAWAPOS.COM - Cara membuat kue cucur ternyata tidak sulit asalkan memperhatikan beberapa tahapan penting selama proses pembuatan adonan hingga penggorengan. Jajanan tradisional khas Indonesia ini hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana, tetapi teknik mengolah adonan dan suhu minyak menjadi kunci agar kue cucur menghasilkan serat yang cantik serta bentuk yang melengkung sempurna.
Dalam sebuah video tutorial memasak, diperlihatkan langkah demi langkah membuat kue cucur mulai dari menyiapkan larutan gula, mengolah adonan, hingga teknik menggoreng yang benar.
Resep ini menghasilkan sekitar 24 buah kue cucur dengan tekstur berserat di bagian dalam dan permukaan yang mengembang.
Bahan-Bahan yang Digunakan
Pembuatan kue cucur diawali dengan membuat larutan gula.
Bahan yang disiapkan meliputi 400 ml air, 200 gram gula pasir atau setara 13 sendok makan, seperempat sendok teh garam, serta dua lembar daun pandan.
Seluruh bahan dimasukkan ke dalam wajan, kemudian dimasak hingga gula larut sempurna dan air mendidih.
Setelah mendidih, larutan gula diangkat lalu didinginkan hingga mencapai suhu hangat kuku sebelum digunakan untuk membuat adonan.
Mencampur Adonan Hingga Halus
Setelah larutan gula siap, langkah berikutnya adalah menyiapkan adonan.
Sebanyak 150 gram tepung beras atau sekitar 15 sendok makan dicampurkan dengan 150 gram tepung serbaguna.
Pada tutorial ini digunakan tepung terigu serbaguna merek Segitiga Biru.
Larutan gula yang telah hangat kemudian dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung.
Proses pengadukan dilakukan menggunakan mixer.
Kecepatan rendah digunakan pada awal pencampuran agar tepung tidak berhamburan.
Setelah semua bahan tercampur, kecepatan mixer dinaikkan ke tingkat sedang dan adonan dikocok selama kurang lebih lima menit.
Apabila tidak menggunakan mixer, adonan dapat diaduk menggunakan whisk selama sekitar 10 menit hingga teksturnya benar-benar halus.
Selama proses tersebut, tepung yang menempel di pinggir wadah perlu dikumpulkan kembali agar seluruh adonan tercampur merata.
Baca Juga: Prabowo Bahas Koperasi Desa Merah Putih, Target 30.000 Koperasi Beroperasi pada Akhir 2026
Adonan Harus Diistirahatkan
Setelah adonan selesai diaduk, wadah ditutup menggunakan plastik atau kain bersih.
Adonan kemudian didiamkan selama satu hingga dua jam.
Tahap ini menjadi salah satu proses penting sebelum adonan digunakan.
Setelah waktu istirahat selesai, adonan kembali diaduk hingga rata.
Hal tersebut dilakukan karena tepung beras memiliki sifat mudah mengendap.
Adonan Dibagi Menjadi Dua Warna
Pada tutorial ini, adonan dibagi menjadi dua bagian.
Masing-masing adonan kemudian diberi pewarna makanan merah dan hijau.
Jumlah pewarna disesuaikan dengan selera.
Setelah diberi pewarna, adonan kembali diaduk hingga warna tercampur merata.
Langkah pewarnaan ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Teknik Menggoreng Menentukan Hasil
Tahap menggoreng menjadi bagian paling penting dalam membuat kue cucur.
Penggorengan dilakukan menggunakan wajan berbentuk cekung dengan sedikit minyak.
Kompor dinyalakan menggunakan api sedang cenderung kecil.
Setelah minyak panas, satu sendok sayur adonan dituangkan tepat di bagian tengah wajan.
Selanjutnya adonan dibiarkan hingga mulai membentuk serat-serat di permukaan.
Pada penggorengan pertama, proses munculnya serat berlangsung lebih lama.
Hal tersebut disebabkan suhu minyak yang belum benar-benar stabil.
Setelah seluruh permukaan mulai berserat, bagian atas adonan disiram menggunakan minyak panas hingga kue mengembang.
Apabila suhu minyak kurang panas, bagian bawah kue juga tidak akan membentuk lengkungan yang baik.
Baca Juga: Anggaran Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp240 Triliun, Ini Skema Pendanaan dan Penggunaannya
Penggorengan Kedua Lebih Optimal
Pada penggorengan berikutnya, serat muncul lebih cepat.
Hal itu menunjukkan suhu minyak telah mencapai kondisi yang sesuai.
Setelah seluruh permukaan dipenuhi serat, adonan kembali disiram menggunakan minyak panas.
Kue kemudian dibalik sebentar hingga bagian bawah matang merata.
Hasil yang baik ditandai dengan bagian bawah yang melengkung, bagian tengah menggembung, dan pinggiran yang sedikit terangkat.
Setelah matang, kue diangkat lalu ditiriskan.
Suhu Minyak Menjadi Kunci
Tutorial tersebut menekankan bahwa suhu minyak merupakan faktor utama keberhasilan membuat kue cucur.
Minyak yang terlalu dingin membuat serat muncul lebih lambat dan bentuk bawah kue kurang melengkung.
Sebaliknya, minyak yang terlalu panas juga tidak menghasilkan kue yang baik.
Jika minyak terlalu panas, adonan akan langsung mengembang tanpa membentuk serat khas kue cucur.
Karena itu, panas minyak harus dijaga tetap stabil selama proses menggoreng.
Dengan suhu yang tepat, setiap adonan mampu menghasilkan serat yang rapi serta bagian bawah yang melengkung.
Hasil Akhir Menghasilkan 24 Kue Cucur
Dari satu resep tersebut dihasilkan sekitar 24 buah kue cucur.
Hasil akhirnya memperlihatkan bagian bawah yang penuh serat, sedangkan permukaan atas tampak melengkung.
Saat dibelah, bagian dalam kue juga memperlihatkan tekstur berserat yang menjadi ciri khas jajanan tradisional ini.
Tutorial tersebut menegaskan bahwa keberhasilan membuat kue cucur tidak hanya ditentukan oleh komposisi bahan, tetapi juga teknik mengaduk adonan, waktu istirahat, serta pengaturan suhu minyak selama proses penggorengan.
Dengan mengikuti setiap tahapan tersebut, kue cucur dapat menghasilkan bentuk yang mengembang, berserat, dan matang merata seperti yang diharapkan.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest