Kuliner Hidden Gem Jogja: 10 Warung Tersembunyi yang Rasanya Bikin Ketagihan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Kuliner hidden gem Jogja menawarkan gudeg, mangut lele, bakmi, ayam goreng hingga bakso di warung tersembunyi. Ini 10 tempat yang wajib dicoba. (Youtube. com)
Kuliner hidden gem Jogja menawarkan gudeg, mangut lele, bakmi, ayam goreng hingga bakso di warung tersembunyi. Ini 10 tempat yang wajib dicoba. (Youtube. com)

YOGYAKARTA - Kuliner hidden gem Jogja menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang bosan dengan tempat makan di pusat keramaian. Sejumlah warung justru tersembunyi di gang, kampung, hingga pelosok Bantul.

Kuliner hidden gem Jogja tersebut tidak mengandalkan lokasi strategis untuk menarik pelanggan. Cita rasa yang teruji, resep turun-temurun, harga terjangkau, dan pelayanan ramah menjadi alasan warung-warung ini tetap ramai.

Bagi pencinta kuliner tradisional, kuliner hidden gem Jogja bisa menjadi tujuan menarik saat berwisata. Pilihannya beragam, mulai gudeg, mangut lele, sambal welut, bakmi Jawa, ayam goreng, pecel, entok, hingga bakso.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Bandung Paling Hits dan Viral yang Wajib Dicoba

Gudeg Pawon dan Mangut Lele Mbah Marto

Gudeg Pawon menjadi salah satu kuliner tersembunyi yang menarik perhatian. Lokasinya berada di lorong sempit, tetapi antrean pembeli bisa terbentuk hingga ke depan pintu masuk.

Keunikan Gudeg Pawon terletak pada cara penyajiannya. Pembeli menikmati makanan langsung di dapur atau pawon. Gudegnya tidak terlalu manis dan disajikan dengan ayam kampung yang lembut.

Pilihan lainnya adalah Mangut Lele Mbah Marto. Warung yang berada di tengah desa ini menawarkan pengalaman mengambil makanan sendiri langsung dari dapur.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Jawa Timur Makin Diminati Generasi Muda, Makanan Khas Daerah Ini Jadi Buruan Saat Liburan

Menu utamanya berupa lele yang diasap sebelum dimasak dengan bumbu dan santan. Aroma asap berpadu dengan kuah gurih serta potongan cabai besar. Selain mangut lele, tersedia garang asem, hati ampela, dan ayam.

Sambal Welut hingga Bakmi Mbah Mo

Warung Sambal Welut Pak Sabar berada di salah satu gang Jalan Imogiri Barat. Menu andalannya adalah sambal belut dan belut goreng.

Belut terlebih dahulu dibersihkan dari durinya, kemudian digoreng dan ditumbuk bersama sambal menggunakan alu. Keunikan rasa tersebut membuat warung ini dikenal hingga menarik perhatian sejumlah kritikus kuliner dan artis.

Baca Juga: Liburan ke Bandung Makin Seru, Ini 15 Destinasi Wisata, Kuliner, dan Hidden Cafe yang Wajib Dikunjungi

Sementara itu, Bakmi Mbah Mo di Kampung Code, Trirenggo, Bantul, telah berdiri sejak 1986. Warung sederhana ini menggunakan tungku arang atau anglo dalam proses memasaknya.

Menu yang tersedia fokus pada bakmi Jawa, yakni bakmi goreng, bakmi godok, dan bakmi nyemek. Kuah bakmi godok terasa kental dengan perpaduan rempah, kaldu, dan telur bebek.

Bakmi Mbah Gito hingga Ayam Goreng Embah Cemplung

Bakmi Mbah Gito menawarkan suasana tradisional dengan dominasi interior kayu dan ornamen khas Jawa. Bakmi Jawa dimasak menggunakan anglo sehingga menghadirkan karakter rasa tersendiri.

Baca Juga: Jajanan Khas Jawa Timur yang Tak Lekang oleh Waktu, Dari Ledre hingga Madumongso Masih Diburu Pecinta Kuliner

Pada malam tertentu, pengunjung bahkan bisa menikmati pertunjukan wayang sambil menyantap bakmi. Konsep tersebut membuat pengalaman makan menjadi lebih unik.

Berikutnya ada Ayam Goreng Embah Cemplung yang telah berdiri sejak 1973. Warung ini dikenal dengan ayam kampung berukuran besar, bumbu rempah gurih, lalapan, serta dua jenis sambal.

Porsinya juga melimpah. Seporsi nasi disebut bisa disantap dua orang, sementara lauk tambahan seperti hati, kepala ayam, tempe, tahu, dan terong tersedia dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Jawa Timur Makin Diminati Generasi Muda, Makanan Khas Daerah Ini Jadi Buruan Saat Liburan

Ingkung Embah Cempluk hingga Bakso Ironayan

Kedai Ingkung Embah Cempluk di Pajangan, Bantul, menyajikan ayam ingkung utuh yang lembut dan gurih. Hidangan tradisional yang biasanya hadir dalam hajatan tersebut bisa dinikmati kapan saja, lengkap dengan wader goreng.

Warung Pecel Mbah Warno menawarkan sego pecel dengan bayam, kembang turi, kenikir, dan taoge. Sambal kacangnya bercita rasa manis dari gula Jawa. Belut goreng tanpa duri menjadi salah satu menu favorit.

Ada pula Entok Slenget Kang Tanir. Hidangan ini mirip semur tanpa santan, tetapi lebih pedas dengan rasa gurih yang kuat. Entok diungkep lalu direbus bersama rempah, kecap, dan cabai rawit.

Baca Juga: Jajanan Khas Jawa Timur yang Tak Lekang oleh Waktu, Dari Ledre hingga Madumongso Masih Diburu Pecinta Kuliner

Terakhir, Bakso Ironayan atau Bakso Pak Jam di Bangun Tapan, Bantul, menjadi pilihan bagi pemburu bakso. Warung ini ramai terutama saat jam makan siang. Menariknya, seporsi bakso dibanderol sekitar Rp12.000.

Sepuluh tempat tersebut membuktikan kuliner hidden gem Jogja tidak kalah menarik dibandingkan destinasi makan yang lebih populer. Menjelajah gang dan kampung justru bisa membawa wisatawan menemukan cita rasa tradisional yang masih dipertahankan.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : 10 BEST ID
bakmi Jawa kuliner hidden gem Jogja Gudeg Pawon Mangut Lele Mbah Marto Ayam Goreng Embah Cemplung