TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Resep wingko babat khas Lamongan bisa dibuat dengan bahan sederhana dan ekonomis. Tanpa menggunakan telur, kue tradisional berbahan tepung ketan dan kelapa ini tetap menghasilkan tekstur lembut, legit, serta tidak keras.
Resep wingko babat ini juga cukup praktis untuk dicoba di rumah. Dalam satu adonan, hasilnya bisa mencapai 19 buah. Rahasia tekstur lembutnya terletak pada penggunaan air kelapa, proses memasak dengan api sedang cenderung kecil, serta adonan yang tidak boleh ditekan ketika dimasak.
Bagi pencinta jajanan tradisional, resep wingko babat ini bisa menjadi pilihan camilan keluarga sekaligus ide usaha rumahan. Bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan tidak membutuhkan telur sehingga biaya pembuatannya lebih ekonomis.
Bahan Wingko Babat
Untuk membuat wingko babat khas Lamongan, siapkan 430 gram kelapa parut. Kelapa sebaiknya berasal dari buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua agar teksturnya pas.
Kelapa parut tersebut terlebih dahulu dikukus bersama satu lembar daun pandan selama sekitar 15 menit. Setelah matang, angkat dan sisihkan.
Selanjutnya, siapkan wadah untuk mencampurkan 300 gram tepung ketan, 220 gram gula pasir, setengah sendok teh garam, dan setengah sendok teh vanili bubuk.
Masukkan kelapa parut yang sudah dikukus, kemudian aduk hingga semua bahan tercampur rata.
Setelah itu, tambahkan 300 mililiter air kelapa yang sebelumnya sudah dimasak dan didinginkan. Jumlah air kelapa dapat disesuaikan dengan tekstur yang diinginkan.
Jika ingin wingko babat yang lebih padat, air kelapa bisa dikurangi. Sebaliknya, jika menginginkan tekstur yang lebih lembut, seluruh takaran air kelapa dapat digunakan.
Bila tidak tersedia air kelapa, bahan tersebut bisa diganti dengan santan atau air biasa. Aduk adonan sampai gula benar-benar larut dan seluruh bahan tercampur merata.
Baca Juga: Burnout Bisa Dipicu Kurang Tidur, Ini Cara Mengatur Stres agar Tak Makin Parah
Masak dengan Api Kecil agar Tidak Keras
Setelah adonan siap, panaskan cetakan kemudian olesi permukaannya secara tipis menggunakan minyak sayur atau margarin.
Tuangkan adonan secukupnya ke dalam cetakan. Takaran bisa disesuaikan dengan ukuran wingko yang diinginkan. Setelah adonan masuk, rapikan permukaannya, tetapi jangan ditekan.
Masak menggunakan api sedang cenderung kecil. Agar bagian dalam matang sempurna, cetakan dapat ditutup selama kurang lebih tiga menit.
Ketika bagian bawah sudah kokoh, wingko bisa dibalik. Masak sambil membolak-baliknya sekitar tiga hingga empat kali atau sampai seluruh bagian matang.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan menekan wingko selama proses memasak. Menurut pembuat resep, kebiasaan tersebut dapat membuat tekstur wingko babat menjadi keras.
Setelah matang, angkat dan lanjutkan proses yang sama hingga seluruh adonan habis.
Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Wingko babat yang sudah matang sebaiknya dibiarkan hingga dingin. Setelah itu, segera masukkan ke dalam wadah kedap udara agar bagian luarnya tidak cepat mengeras.
Hasil akhirnya disebut matang hingga ke bagian dalam dengan tekstur tetap lembut. Penggunaan kelapa parut dan air kelapa membuat cita rasanya gurih sekaligus legit.
Resep ini juga menarik karena tidak menggunakan telur. Selain lebih ekonomis, wingko babat yang dihasilkan tidak memiliki aroma amis dari telur.
Dari takaran bahan tersebut, satu resep dapat menghasilkan sekitar 19 buah wingko babat. Jumlah tersebut cukup banyak untuk disajikan sebagai camilan keluarga atau dikemas sebagai produk jualan.
Dengan bahan sederhana, teknik memasak yang tepat, dan biaya yang relatif hemat, wingko babat khas Lamongan bisa menjadi alternatif jajanan tradisional yang layak dicoba di rumah.
Baca Juga: Burnout di Tempat Kerja: Kenali Gejalanya Sebelum Mengganggu Produktivitas
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest