MALANG - Kuliner legendaris Malang menawarkan banyak pilihan makanan yang tetap bertahan lintas generasi. Dari nasi ganjes, pecel, rawon, orem-orem, hingga jajanan tradisional, sejumlah tempat makan di Kota Malang bahkan telah berjualan sejak puluhan tahun lalu dan masih ramai dikunjungi.
Kuliner Legendaris Malang dengan Resep Puluhan Tahun
Salah satu kuliner legendaris Malang yang menarik dicoba adalah Warung Mekar Jaya di Jalan Soekarno Hatta. Warung ini dikenal sebagai salah satu pelopor nasi ganjes, yakni nasi gurih dengan irisan daun jeruk wangi dan ikan teri yang dipadukan dengan berbagai lauk.
Harga nasi ganjes di tempat tersebut disebut mulai Rp16 ribu. Warung bergaya kaki lima itu buka setiap hari mulai sore hingga malam dan dikenal ramai oleh warga lokal.
Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp2,7 Juta, Ada Motor Antik hingga Megapro Istimewa
Pilihan lainnya adalah Mie Bakar Cobek Kawitan di Jalan Candi Panggung. Kedai ini menawarkan mie bakar yang disajikan di atas cobek dengan pilihan sambal hijau, cumi hitam, udang, keju, hingga ati ampela.
Harga menunya mulai Rp8 ribu. Selain mie, tersedia pula dimsum, gyoza, kue ikan, dan pangsit goreng.
Bagi pencinta makanan pedas, Sego Sambal Cak U bisa menjadi pilihan. Warung di kawasan Bareng tersebut menyajikan sambal tomat dengan irisan kacang panjang mentah dan tempe, kemudian dipadukan dengan ayam, lele, udang, cakalang, cumi hitam, hingga paru balado.
Baca Juga: Motor Bekas Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Ada XSR hingga Vespa
Dari Pecel hingga Rawon, Pilihannya Beragam
Rekomendasi kuliner legendaris Malang berikutnya adalah Pecel Kawi Haji Musilah. Rumah makan yang telah beroperasi sejak 1975 ini menawarkan pecel dengan bumbu kacang kental, perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Satu porsi berisi nasi, sayuran, tempe goreng, serta rempeyek. Pengunjung juga bisa menambahkan lauk seperti telur bacem, bakwan jagung, atau telur ceplok.
Warung Lama Haji Ridwan di kawasan Pasar Besar Malang juga menyimpan sejarah panjang. Usaha tersebut berawal dari Haji Ridwan yang berjualan nasi rawon secara keliling sebelum membuka kios di Pasar Besar.
Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp700 Ribu, Mesin Diklaim Enak dan Dapat Garansi
Kini usaha tersebut diteruskan generasi ketiga. Menu yang ditawarkan antara lain sate kompi, sate usus sapi, nasi rawon, nasi gulai daging sapi, dan nasi campur.
Ada pula Warung Sate Gebuk yang telah berkembang sejak 1920. Bangunannya masih mempertahankan nuansa lama, sementara satenya menggunakan daging lulur sapi dan disebut dapat menghabiskan sekitar 40 kilogram daging per hari.
Jajanan Tradisional hingga Kuliner Malam
Kuliner legendaris Malang tidak hanya didominasi makanan berat. Kue Lumpur Arab Legenda di kawasan Kauman menawarkan kue lumpur yang dimasak menggunakan arang sehingga memiliki aroma khas, kemudian diberi taburan kacang kenari.
Baca Juga: Motor Antik Unik Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Surat Lengkap
Sementara itu, Pos Ketan Legenda 1967 menawarkan ketan putih dengan berbagai topping. Pilihannya mencakup ketan kelapa gula merah, ketan susu keju, ketan nangka susu, hingga ketan kelapa ayam pedas.
Untuk makanan khas Malang, Orem-orem Khas Arema juga patut dicoba. Hidangan berbahan tempe dengan kuah santan kental ini telah menjadi pilihan warga sejak 1995 dan semakin nikmat jika disantap bersama ayam goreng serta sambal.
Bagi pencinta kuliner malam, Ronde Titoni menjadi pilihan untuk menikmati wedang hangat. Usaha tersebut berawal pada 1948 dan kini menawarkan ronde, angsle, ronde kering, ronde basah, serta sejumlah jajanan pendamping.
Baca Juga: Motor Bekas Kediri Harga Mulai Rp3 Jutaan, NMAX hingga Vario Jadi Pilihan
Nama lain yang tak kalah populer adalah Soto Ayam Lombok yang telah berjualan sejak 1955. Menu andalannya berupa soto dengan kuah bening, kentang berukuran besar, sayuran, dan kaldu gurih.
Rawon Rampal yang berdiri sejak 1957 juga menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Malang. Proses memasaknya menggunakan tungku kayu dan arang sehingga menghasilkan kuah rawon yang pekat dan harum.
Pilihan lainnya termasuk Depot Pangsit Mie Bromo Pojok, Sego Goreng Rezek Pakman yang berjualan sejak 1959, Depot Hok Lay sejak 1946, serta Toko Oen yang mempertahankan nuansa kolonial dan menu klasik.
Deretan tersebut menunjukkan bahwa kuliner legendaris Malang bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah kota. Resep keluarga, bangunan lama, serta harga yang relatif terjangkau membuat tempat-tempat tersebut tetap menarik bagi warga maupun wisatawan.
Baca Juga: Cari Motor Bekas Murah di Surabaya? Intip Koleksi Berkualitas di SBM Kapas Jaya, Harga Terjangkau!
Course: Youtube @10bestid
Editor : Erlin Nur Azizah