10 Kuliner Legendaris Malang yang Wajib Dicoba, Ada yang Bertahan Sejak 1946

Erlin Nur Azizah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Kuliner legendaris Malang menawarkan rawon, soto, pecel, sate hingga ketan. Simak 10 tempat makan yang wajib dicoba wisatawan.
Kuliner legendaris Malang menawarkan rawon, soto, pecel, sate hingga ketan. Simak 10 tempat makan yang wajib dicoba wisatawan.

 

MALANG - Kuliner legendaris Malang menawarkan pengalaman mencicipi makanan yang bukan hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan sejarah panjang. Dari rawon, soto, pecel, mi ayam, sate, hingga ketan, 10 tempat makan berikut tetap menjadi pilihan warga lokal dan wisatawan yang ingin berburu kuliner khas Kota Malang.

Rawon, Ronde, hingga Soto Jadi Pilihan Utama

Salah satu kuliner legendaris Malang yang wajib masuk daftar adalah Rawon Nguling. Sajian khas Jawa Timur ini berupa sup daging sapi dengan kuah hitam pekat yang berasal dari kluwek.

Keistimewaan Rawon Nguling terletak pada daging sapi yang empuk serta kuah kaya rempah. Hidangan tersebut telah lama menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp2,7 Juta, Ada Motor Antik hingga Megapro Istimewa

Pilihan berikutnya adalah Ronde Titoni yang cocok disantap ketika malam Malang terasa dingin. Berdiri sejak 1948, tempat ini dikenal dengan wedang ronde berisi bola-bola tepung beras yang disajikan dalam kuah jahe hangat dan manis.

Ada pula Soto Lombok yang justru tidak menggunakan nama tersebut karena bahan cabai atau kaitannya dengan Pulau Lombok. Nama itu berasal dari lokasinya di Jalan Lombok, Kota Malang.

Soto tersebut berisi nasi putih, ayam kampung, kubis, kentang, tauge, seledri, serta koya kelapa. Kerupuk ikan berukuran besar menjadi salah satu pelengkap yang membuat sajian ini semakin khas.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Ada XSR hingga Vespa

Soto Lombok telah berjualan sejak 1955 dan masih dikelola keluarga pendiri. Bahkan, pengelola disebut tidak berpindah lokasi meski harus membeli bangunan ruko di sebelahnya untuk memperluas tempat.

Mi Ayam, Pecel, dan Sate dengan Resep Khas

Bagi pencinta mi, Mi Gajah Mada menjadi salah satu pilihan kuliner legendaris Malang. Menu andalannya berupa mi ayam dengan tekstur mi kenyal, ayam berbumbu kecap manis, sayuran segar, serta kuah kaldu gurih.

Sementara itu, Ayam Goreng Tenes menawarkan menu sederhana yang cocok untuk makan siang maupun malam. Ayam goreng menjadi menu utama dan disajikan bersama sambal pedas serta pilihan lauk tradisional lainnya.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp700 Ribu, Mesin Diklaim Enak dan Dapat Garansi

Untuk sarapan, Pecel Kawi Hajah Musilah menjadi salah satu tempat yang patut dicoba. Pecel di sini memadukan sayuran segar dengan saus kacang yang kaya rasa.

Pengunjung juga bisa menambahkan tempe goreng, telur, atau sate. Dengan sejarah puluhan tahun, Pecel Kawi tetap menjadi salah satu tujuan kuliner yang dikenal di Malang.

Sate Gebuk 1920 juga memiliki cerita tersendiri. Nama "gebuk" merujuk pada proses memukul daging sapi agar teksturnya lebih empuk sebelum dipanggang.

Baca Juga: Motor Antik Unik Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Surat Lengkap

Sate yang dihasilkan memiliki tekstur empuk dan aroma bakaran yang kuat. Selain sate, tempat ini juga menyediakan sup, soto, dan rawon.

Sambal Pedas hingga Ketan Legendaris

Bagi pemburu rasa pedas, Sambal Bawang Embok Jayus bisa menjadi tujuan. Warung ini menawarkan berbagai lauk goreng yang dipadukan dengan sambal bawang berbahan cabai dan bawang putih.

Tingkat kepedasannya dapat disesuaikan dengan selera. Pilihan tersebut membuatnya cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan sederhana dengan sensasi pedas yang kuat.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Harga Mulai Rp3 Jutaan, NMAX hingga Vario Jadi Pilihan

Selanjutnya ada Depot Hok Lay yang telah berdiri sejak 1946. Rumah makan keluarga ini menawarkan suasana nostalgia sekaligus menu yang mempertahankan resep turun-temurun.

Salah satu menu yang disebut menjadi andalan adalah chuye mie, berupa mi dengan ayam cincang berbumbu. Depot ini juga dikenal dengan lumpia Semarang yang renyah.

Penutup perjalanan kuliner bisa dilakukan di Pos Ketan Legenda 1967. Tempat tersebut menyajikan ketan kukus dengan beragam topping, mulai gula merah dan kelapa parut hingga durian dan keju.

Berdiri lebih dari setengah abad, Pos Ketan Legenda 1967 tetap menjadi tujuan warga lokal dan wisatawan. Ragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa kuliner legendaris Malang tidak sekadar menawarkan makanan, tetapi juga menghadirkan cerita dan tradisi yang bertahan lintas generasi.

Baca Juga: Cari Motor Bekas Murah di Surabaya? Intip Koleksi Berkualitas di SBM Kapas Jaya, Harga Terjangkau! 

Course: Youtube @10bestid

Editor : Erlin Nur Azizah
#kulinerlegendarisMalang #makanankhasMalang #kulinerMalang #wisatakulinerMalang #tempatmakanlegendarisMalang