Sehari di Malang: Berburu Kuliner Pasar hingga Jelajah Kampung Heritage Kayutangan

Erlin Nur Azizah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:20 WIB
Wisata Malang sehari bisa diisi berburu kuliner Pasar Oro-Oro Dowo hingga menikmati suasana malam Kampung Heritage Kayutangan.
Wisata Malang sehari bisa diisi berburu kuliner Pasar Oro-Oro Dowo hingga menikmati suasana malam Kampung Heritage Kayutangan.

 

MALANG - Wisata Malang sehari ternyata bisa diisi dengan beragam pengalaman, mulai berburu kuliner tradisional di Pasar Oro-Oro Dowo hingga menikmati suasana malam Kampung Heritage Kayutangan. Rangkaian perjalanan tersebut menawarkan perpaduan kuliner, bangunan lawas, spot foto, kopi, hingga suasana malam yang ramai.

Pagi Berburu Kuliner di Pasar Oro-Oro Dowo

Perjalanan dimulai dengan mencari sarapan di sekitar Stasiun Malang Kota Baru. Salah satu tujuan awal adalah Depot Bang Leo yang berada tidak jauh dari stasiun dan dikenal telah beroperasi sejak 1986.

Namun, perjalanan harus berganti tujuan karena Depot Bang Leo ternyata tutup pada Sabtu dan Minggu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pasar Oro-Oro Dowo yang ramai sejak pagi.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp2,7 Juta, Ada Motor Antik hingga Megapro Istimewa

Pasar rakyat tersebut menjadi tempat berburu berbagai makanan tradisional. Salah satu yang menarik perhatian adalah Warung Legend Busri dengan pilihan nasi putih, nasi jagung, aneka pepes, kulit pangsit, bihun, perkedel kentang, bacem, tahu-tempe, mendol, cingur goreng, hingga sate.

Salah satu menu yang dicoba adalah nasi campur jagung dengan lauk bacem, tempe, kulit pangsit, bihun, serta cingur goreng. Cita rasanya disebut gurih, pedas, dan manis, sementara sambalnya cukup kuat bagi pencinta makanan pedas.

Di pasar tersebut juga terdapat jajanan tradisional seperti ote-ote dan jemblem. Jemblem terbuat dari singkong dengan isian gula merah, sedangkan bagian luarnya terasa sedikit renyah dan bagian dalamnya lembut.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Ada XSR hingga Vespa

Sate Ponorogo hingga Jajanan Tradisional

Pasar Oro-Oro Dowo juga menawarkan Sate Ponorogo Warung Nologaten. Pengunjung bisa memilih bagian daging, kulit, uritan, hingga ati ampela.

Dalam perjalanan tersebut, lima tusuk sate dicoba dengan kombinasi bagian kulit, dada, dan paha. Selain sate, warung tersebut juga menyediakan gudeg, rawon, lontong, serta cap go meh.

Pasar ini juga disebut memiliki suasana yang bersih dan rapi. Atap ruangan yang tinggi membuat area pasar terasa tidak terlalu panas, sementara aktivitas perdagangan berlangsung sejak pagi hingga sekitar tengah hari.

 

Setelah puas berburu kuliner, perjalanan berlanjut pada sore hari menuju Kampung Heritage Kayutangan. Lokasinya cukup mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari penginapan di kawasan sekitar.

Tiket masuk Kampung Heritage Kayutangan disebut Rp5.000 per orang. Kawasan tersebut menawarkan gang-gang berisi rumah warga, bangunan lawas, kedai kopi, warung, toko suvenir, serta berbagai spot foto.

Malam di Kayutangan, Suasananya Makin Ramai

Kampung Heritage Kayutangan memiliki beberapa bangunan yang mempertahankan nuansa lama. Di antaranya terdapat rumah dengan penanda tahun tertentu, rumah rempah, House of Kebaya, hingga bangunan yang menjadi tempat usaha dan kafe.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Mulai Rp700 Ribu, Mesin Diklaim Enak dan Dapat Garansi

Pengunjung juga dapat menikmati kopi sambil menyusuri gang. Salah satu kedai yang ditemukan dalam perjalanan menawarkan kopi dengan harga sekitar Rp16 ribu.

Selain kuliner, kawasan ini juga menyediakan berbagai jajanan, gorengan, es serut, suvenir, hingga gantungan kunci. Bahkan, pengunjung dapat memesan kerajinan berupa nama panggilan yang dibuat langsung di lokasi dengan harga sekitar Rp10 ribu.

Saat malam minggu tiba, kawasan Kayutangan semakin ramai. Deretan pedagang makanan, penjual bunga, kedai kopi, hingga aktivitas wisatawan membuat suasananya terasa seperti kawasan pedestrian malam yang hidup.

Baca Juga: Motor Antik Unik Kediri Ditawarkan Mulai Rp2,1 Juta, Surat Lengkap

Bagi wisatawan yang ingin menyusun itinerary wisata Malang sehari, kombinasi Pasar Oro-Oro Dowo dan Kampung Heritage Kayutangan dapat menjadi pilihan. Pagi hari bisa dimanfaatkan untuk berburu makanan tradisional, sedangkan sore hingga malam digunakan untuk menikmati kawasan heritage dan suasana kota.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa wisata Malang sehari tidak harus selalu diisi destinasi wisata besar. Pasar tradisional, gang kampung, kuliner lokal, bangunan lama, dan aktivitas warga justru dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan Kota malng.

Baca Juga: Motor Bekas Kediri Harga Mulai Rp3 Jutaan, NMAX hingga Vario Jadi Pilihan

Course: Youtube @PhillipOfficial

Editor : Erlin Nur Azizah
#kulinerMalang #wisataMalangsehari #KampungHeritageKayutangan #PasarOro-OroDowo #wisatasejarahMalang