MALANG - Sego Tempong Malang menjadi salah satu tujuan dalam perjalanan kuliner malam yang dimulai dari kawasan Kayutangan Heritage. Berada di sebuah gang, tempat makan tersebut menawarkan nasi dengan berbagai lauk, mulai dari ayam kampung hingga paru balado.
Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan berjalan kaki dari Kayutangan Heritage. Jaraknya disebut sekitar lima menit. Tempat makan itu berada di dalam gang dan menjadi salah satu lokasi kuliner yang ditemukan dalam perjalanan.
Sebelum datang, tempat tersebut sempat dilihat melalui ulasan Google. Dalam video disebutkan ratingnya mencapai 4,9 dari sekitar 2.000 ulasan. Angka tersebut membuat rasa penasaran semakin besar.
Baca Juga: Kuliner Malang Malam Hari, Sego Tempong hingga Jajanan Tradisional Hampir 100 Tahun
Begitu tiba, suasana tempat makan langsung terasa ramai. Pengunjung juga disambut dengan suasana khas dan interaksi dengan orang-orang di lokasi.
Menu utama yang menjadi perhatian tentu saja sego tempong. Beberapa lauk tersedia untuk dipilih, antara lain krengsengan, paru balado, tuna, ayam kampung, dan ikan asin.
Ayam kampung menjadi pilihan utama dalam kunjungan tersebut. Selain nasi dan lauk, tersedia pula berbagai minuman tradisional dan minuman segar.
Beberapa minuman yang disebut dalam video adalah es dawet beras, es cau santan deso, soda gembira, serta teh manis.
Salah satu minuman yang dicoba adalah es dawet beras. Minuman tersebut mendapat respons positif setelah dicicipi. Selain menyegarkan, minuman itu menjadi pendamping makanan yang cukup cocok untuk santapan malam.
Porsi makanan juga menjadi perhatian. Dalam video, porsi nasi dan lauk disebut cukup besar. Bahkan, muncul candaan mengenai porsi makanan yang dianggap lebih dari ukuran biasa.
Sambal menjadi bagian penting dalam sajian sego tempong. Saat pertama kali dicoba, sambalnya disebut belum terlalu pedas. Namun, sensasi pedas mulai terasa setelah makanan disantap lebih banyak.
Selain sambal, sayuran dan perasan jeruk nipis juga menjadi bagian dari pengalaman makan. Perasan jeruk nipis memberikan rasa segar pada makanan.
Salah satu lauk yang dicoba adalah ikan asin. Saat mencicipinya, rasanya disebut cukup asin. Meski demikian, lauk tersebut tetap menjadi bagian dari hidangan yang dicicipi malam itu.
Tempat makan ini juga memiliki cerita yang berkaitan dengan Banyuwangi. Dalam percakapan dengan orang di lokasi, disebutkan adanya hubungan dengan Banyuwangi serta unsur budaya daerah tersebut.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Resto Kaliurang Jogja, Ada yang Tepi Sungai dan Buka 24 Jam
Tarian tradisional Banyuwangi juga sempat dibahas. Bahkan, pengunjung yang ingin melihat tarian disebut dapat datang ke cabang di Suhat pada waktu tertentu.
Tempat makan tersebut diketahui memiliki beberapa cabang. Pusatnya berada di Langsep, sedangkan lokasi yang dikunjungi merupakan salah satu cabangnya. Cabang lainnya disebut berada di kawasan Suhat.
Pengalaman mencicipi sego tempong kemudian dilanjutkan dengan mencari makanan penutup. Setelah makanan berat, perjalanan kuliner malam tersebut beralih ke jajanan tradisional.
Sego tempong menjadi salah satu kuliner yang memberikan pengalaman berbeda karena lokasinya berada di dalam gang. Makanan dengan pilihan lauk yang beragam, sambal, sayuran, dan minuman tradisional membuat kunjungan tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam perjalanan kuliner malam di Malang.
source:youtube @londokampung
Editor : Ayu Nur Laily