Kayutangan Heritage Jadi Titik Awal Berburu Kuliner Malam di Malang

Ayu Nur Laily • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:15 WIB

 

 

Kayutangan Heritage menjadi titik awal berburu kuliner malam di Malang, dari sego tempong hingga putu yang disebut dijual sejak 1935
Kayutangan Heritage menjadi titik awal berburu kuliner malam di Malang, dari sego tempong hingga putu yang disebut dijual sejak 1935

 

MALANG - Kayutangan Heritage menjadi titik awal perjalanan berburu kuliner malam di Malang. Dari kawasan tersebut, perjalanan berlanjut menuju tempat makan sego tempong yang berada di sebuah gang, sebelum ditutup dengan mencicipi jajanan tradisional yang disebut telah dijual sejak 1935.

Dalam video, Kayutangan Heritage disebut berada di Jalan Tunjungan, Malang. Kawasan tersebut menjadi tempat pertama yang dikunjungi dalam perjalanan kuliner malam.

Suasana kawasan terlihat ramai dengan berbagai tempat untuk nongkrong. Selain itu, terdapat sejumlah gang yang bisa dimasuki untuk menemukan pilihan makanan.

Perjalanan kuliner kali ini dilakukan pada malam hari. Kondisi cuaca sempat digambarkan gerimis sehingga payung menjadi salah satu perlengkapan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Homestay Murah Dekat Malioboro, Tamasa Hobbit Punya 37 Kamar dan Bisa untuk Rombongan

Dari Kayutangan Heritage, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Tujuannya adalah sebuah tempat makan sego tempong yang lokasinya berada di dalam gang.

Jaraknya disebut sekitar lima menit berjalan kaki dari kawasan Kayutangan. Tempat makan tersebut sebelumnya juga dilihat melalui ulasan Google dan disebut memiliki rating 4,9 dari sekitar 2.000 ulasan.

Setibanya di lokasi, suasana tempat makan cukup ramai. Berbagai menu tersedia untuk dipilih. Menu yang dicicipi meliputi sego tempong dengan krengsengan, paru balado, tuna, ayam kampung, dan ikan asin.

Ayam kampung menjadi salah satu menu yang dipilih. Porsi makanan juga disebut cukup besar.

Untuk minuman, tersedia sejumlah pilihan. Di antaranya es dawet beras, es cau santan deso, soda gembira, dan teh manis.

Sambal menjadi pelengkap yang tidak dilewatkan. Pada awalnya rasa pedas disebut masih terasa ringan, tetapi sensasi pedas semakin muncul ketika makanan mulai disantap lebih banyak.

Perjalanan di tempat tersebut juga tidak hanya membahas makanan. Ada interaksi dengan orang-orang di lokasi dan pembahasan mengenai hubungan tempat makan tersebut dengan Banyuwangi.

Unsur Banyuwangi juga muncul dalam cerita mengenai tarian tradisional. Disebutkan bahwa di salah satu cabang yang berada di Suhat terdapat waktu tertentu untuk pertunjukan tarian.

Baca Juga: Sego Tempong Malang di Gang, Porsinya Besar dan Lauknya Bikin Kalap

Setelah menyelesaikan makanan utama, perjalanan kembali dilanjutkan. Tujuannya adalah mencari jajanan tradisional.

Salah satu tempat yang dikunjungi menjual putu, klepon, lupis, dan cenil. Putu menjadi jajanan yang paling menonjol karena disebut telah dijual sejak 1935.

Harga yang disebut untuk jajanan campuran adalah Rp18 ribu. Pembeli dapat memilih campuran jajanan atau mengambil jenis tertentu secara terpisah.

Penjual juga menjelaskan bahwa putu berwarna putih dan hijau memiliki rasa yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada warna.

Putu kemudian disantap dalam kondisi masih hangat. Teksturnya disebut lembut dan dipadukan dengan kelapa parut.

Lupis dan cenil juga ikut dicicipi. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana kuliner malam di Malang tidak hanya ditemukan di tempat makan besar, tetapi juga di gang dan tempat usaha tradisional.

Kayutangan Heritage akhirnya menjadi titik awal dari perjalanan yang membawa pengunjung ke dua pengalaman berbeda. Pertama, menikmati makanan berat dengan cita rasa yang kuat. Kedua, mencicipi jajanan tradisional yang telah bertahan lintas generasi.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa berburu kuliner malam di Malang bisa dimulai dari kawasan heritage, kemudian berlanjut ke gang-gang yang menyimpan pilihan makanan dan jajanan tradisional.

 

 

source:youtube @londokampung

Editor : Ayu Nur Laily
Kayutangan Heritage Sego Tempong Putu Malang Kuliner Malam kuliner Malang