Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Trenggalek Kini Miliki Posko Swasembada Pangan

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 26 Maret 2025 | 16:56 WIB
Kondisi Posko Swasembada Pangan yang baru saja diresmikan. (Prokopim TGX)
Kondisi Posko Swasembada Pangan yang baru saja diresmikan. (Prokopim TGX)

Trenggalekjenggelek - Mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersinergi dengan Kodim 0806 Trenggalek membentuk posko swasembada pangan.

Posko swasembada pangan diresmikan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, pada Selasa (25/3/2024) dan bertujuan meningkatkan produksi pangan di daerah.

Berlokasi di Jalan Hasanudin, Kelurahan Surodakan, posko swasembada pangan akan menjadi pusat koordinasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta instansi terkait lainnya.

Peran Kodim 0806 Trenggalek dalam pendampingan diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Pertanian adalah wajah kita, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Kita menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan lahan, sehingga upaya swasembada pangan ini harus benar-benar kita dukung," ujar Syah Mohamad Natanegara dalam peresmian.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, menegaskan bahwa posko ini harus menjadi pusat koordinasi antara petani dan pihak terkait guna meningkatkan produksi pangan.

“Kita harus memaksimalkan pola tanam, setelah panen dalam 14 hari langsung tanam kembali,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya berupaya menekan biaya produksi agar petani tetap memperoleh keuntungan. "Bercocok tanam harus menguntungkan petani, percuma jika produksi meningkat tapi mereka merugi," tambah Imam.

Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, menekankan pentingnya posko ini sebagai pusat informasi dan pengawasan, termasuk penggunaan pompa air yang telah disalurkan kepada petani.

“Tidak ada lagi ego sektoral, mari bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa program swasembada pangan ini sejalan dengan inisiatif lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, yang dirancang untuk saling mendukung.

Pemerintah memetakan kebutuhan pangan untuk MBG, sementara Koperasi Merah Putih bertugas menyediakannya.

Sementara itu, Perum Bulog juga berperan dalam penyerapan gabah petani. David Donny Kurniawan dari Bulog menyebutkan bahwa pihaknya siap membeli gabah dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

“Tapi jika ada pihak lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, kami persilakan,” ujarnya.

Dengan berbagai pihak yang terlibat, program swasembada pangan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek. (kho)

Photo
Photo
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#swasembada pangan #posko #kodim 0806 trenggalek #trenggalek #Pemkab Trenggalek