Trenggalek Jenggelek – Pasar Desa Widoro atau yang dikenal sebagai Saung Ledokan Widoro, yang dulunya ramai dikunjungi warga, kini mengalami penurunan jumlah pembeli. Pasar yang dimiliki oleh desa ini mulai kehilangan pengunjung sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020.
Sekretaris Desa Widoro, Samsul Maarif mengatakan, sudah tiga tahun wisata tersebut sepi pengunjung. Selain faktor pandemi covid-19 banyaknya wisata baru menjadi alasan lainnya. "Banyak wisata baru yang dibuka, hal ini menjadi faktor wisata ini bukan menjadi tujuan utama wisatawan," ujarnya.
Baca Juga: Hanya 70 Penerima PKH di Trenggalek yang Graduasi
Samsul, sapaan akrabnya mengaku, hanya sekitar dua pedagang yang masih bertahan. Padahal, pasar tersebut bisa menampung sekitar 20 pedagang bahkan lebih. Menurutnya, para pedagang memilih membuka warung atau berjualan di lokasi yang dianggap ramai. "Sayang jika tempat tersebut tidak digunakan, jadi kami ingin wisata hidup kembali. Pasalnya, potensi tempat yang strategis dan kondisi alam yang bagus bisa menarik para wisata lokal maupun luar daerah," terangnya.
Disinggung soal waktu pembukaan, pihaknya berencana akan membuka kembali pada 2026. Menurutnya, pihaknya bakal melakukan inovasi baru membuat wisata desa tersebut bisa kembali diminati. "Para pedagang akan dibekali pelatihan marketing, sehingga mereka bisa mengikuti tren pasar saat ini. Pelatihan ini bertujuan agar mereka bisa bersaing dan memanfaatkan strategi pemasaran yang lebih modern," ungkapnya.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Bikin Pembangunan Infrastruktur Kelabakan
Pemdes berupaya mencari solusi agar pasar ini kembali hidup, termasuk dengan mengkaji potensi kerja sama dengan komunitas atau event lokal untuk menarik lebih banyak pengunjung. Pihaknya optimis bahwa dengan strategi yang tepat, Saung Ledokan Widoro dapat kembali menjadi tempat yang ramai dan bermanfaat bagi perekonomian desa. "Kami berharap dengan adanya persiapan yang matang, para pedagang dapat kembali berjualan, sehingga pasar ini dapat kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan meningkatkan UMKM lokal, khususnya di Desa Widoro," tutupnya. (was)