Trenggalekjenggelek - Jelang Hari Raya Idulfitri, salah satu produsen makanan jadul madumongso di Kecamatan Pogalan, Trenggalek kebanjiran order jelang lebaran. Bahkan, jumlah produksi mencapai satu kwintal.
Salah seorang produsen madumongso, Riyatun mengatakan, pesanan madumongso melonjak sejak pertengahan bulan ramadan hingga menjelang lebaran. "Alhamdulillah, pesanan madumongso meningkat pesat menjelang Lebaran. Dalam sehari, saya bisa memproduksi hingga satu kuintal madumongso," ujarnya.
Mengingat permintaan meningkat, dirinya memproduksi madumongso setiap hari. Padahal saat hari biasa hanya memproduksi seminggu sekali. "Tenaga kerja juga kami tambahkan, biasanya tiga orang untuk membantu proses pembukusan," tambahnya.
Meskipun permintaan meningkat, Riyatun mengaku bahwa omzet yang diperoleh saat ini tidak jauh berbeda dengan hari biasa. Jumlah pembeli tidak sebanyak dulu, sehingga pendapatan ketika jelang lebaran dan di luar musim Lebaran relatif tipis selisihnya. "Dari segi harga, madumongso dijual sekitar Rp 80.000-90.000 per kilogram saat lebaran, sedangkan di hari biasa berkisar Rp 80.000-85.000 per kilogram," terangnya.
Pesanan datang tidak hanya dari pelanggan tetap, tetapi juga dari reseller yang menjual secara eceran maupun online. Bahkan, pengiriman madumongso tak hanya dilakukan di dalam kota, tetapi juga hingga ke luar kota dan luar negeri.
Meski begitu, ia tetap berusaha mempertahankan usahanya yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Dirinya berharap, madumongso dan jenang tetap menjadi bagian dari tradisi masyarakat, terutama saat momen-momen istimewa seperti lebaran. "Dengan meningkatnya permintaan, saya ingin usaha ini bisa membantu perekonomian warga sekitar dan membuat madumongso tetap dikenal sebagai makanan legendaris," pungkasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah