Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Lina Yunita Sari Merangkai Parcel Merajut Kasih

Wanda Asmah Khoiriyah • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:44 WIB

 

Lina Yunita Sari seorang produsen parcel yang mendapatkan lonjakan pembeli sekitar 50 persen.
Lina Yunita Sari seorang produsen parcel yang mendapatkan lonjakan pembeli sekitar 50 persen.
Trenggalekjenggelek - Di sebuah sudut Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, tersembunyi kisah inspiratif tentang seorang perempuan yang menyulam harapan di tengah ketidakpastian. Lina Yunita Sari, nama yang kini menjadi simbol ketangguhan dan kepedulian, memulai langkah kecilnya di masa pandemi 2020. Saat dunia terpisah oleh jarak dan keterbatasan, ia justru menemukan cara untuk menghubungkan hati yang rindu dalam balutan parcel penuh makna.

Kala itu, banyak keluarga dan kerabat yang tak bisa bertemu akibat pembatasan sosial. Dari situlah ide itu bersemi sebuah usaha parcel yang bukan sekadar bisnis, tetapi jembatan kasih yang membawa pesan cinta dari satu tangan ke tangan lainnya. Dengan penuh kesabaran, Lina merintis usahanya, merangkai satu per satu bingkisan dengan sentuhan hangat dan keikhlasan.

"Awalnya hanya dari rasa prihatin karena pandemi, yang tak bisa bertemu keluarga. Saya pikir, dengan parcel, meskipun terpisah jarak, mereka bisa tetap merasa dekat. Itulah yang membuat saya terus bersemangat. Saya ingin memberi manfaat lebih, tidak hanya untuk diri saya, tapi juga untuk ibu-ibu di sekitar saya," kata Lina dengan senyum hangat.

Lina tak berjalan sendiri. Ia menggandeng ibu-ibu sekitar untuk turut serta dalam proses produksi. Di setiap jalinan pita dan susunan hampers, ada cerita perjuangan para perempuan yang berusaha menghidupi keluarganya. Dari tangan mereka, lahirlah karya yang tidak hanya cantik dipandang tetapi juga mengandung cinta dan ketulusan.

Tak hanya itu, pemuda desa juga ikut berperan dalam proses pengemasan dan pengiriman. Bukan hanya di Trenggalek, parcel hasil produksi Lina telah melanglang buana hingga Kediri, Madiun, Surabaya, bahkan pelosok Nusa Tenggara Timur. Dengan sistem pengemasan yang aman, setiap parcel tiba di tangan penerima dengan sempurna, membawa pesan bahwa kasih sayang tak mengenal batasan ruang dan waktu.

Seiring waktu, usaha ini berkembang pesat. Dari sekadar harapan di kala pandemi, kini telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Jika dulu omzetnya hanya puluhan ribu, kini telah meningkat drastis. Dalam sehari, omzet yang ia raih mencapai Rp 2,5 - 3 juta. Dari tahun ke tahun, bisnis ini terus menanjak, membuktikan bahwa niat baik akan selalu menemukan jalannya.

Namun, dirinya tak ingin berhenti di sini. Ke depan, ia bermimpi untuk memperluas jangkauan bisnisnya, bukan hanya parcel dan hampers, tetapi juga merambah ke dunia souvenir dan hadiah spesial lainnya. Harapannya sederhana—agar semakin banyak ibu-ibu di desanya yang mendapatkan penghasilan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan tak lagi menjadi sekadar impian.

"Harapan saya, ke depan, semakin banyak ibu-ibu yang bisa mendapatkan penghasilan. Bisnis ini tidak hanya memberi peluang bagi saya, tetapi juga memberdayakan banyak orang di desa kami. Semoga ini bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan," ujarnya penuh semangat.

Di balik setiap bingkisan yang dikirimkan, terselip harapan dan doa. Parcel ini bukan sekadar barang, tetapi titipan perasaan yang menghangatkan. Dari tangan Lina Yunita Sari dan ibu-ibu Desa Ngulanwetan, kehangatan itu terus mengalir, merajut kisah-kisah baru tentang ketulusan dan keberanian.

Untuk melihat lebih banyak tentang karya mereka, kunjungi Instagram: @Parcel_Trenggalek. Karena setiap hadiah bukan hanya tentang apa yang ada di dalamnya, tetapi juga tentang cinta yang menyertai setiap bagiannya.

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#lebaran #PARCEL