Trenggalekjenggelek - Bulan Ramadan membawa berkah bagi banyak pelaku usaha, salah satunya pada bidang makanan. Jumlah permintaan jajanan khas Trenggalek alen-alen mengalami peningkatan.
Salah seorang pengusaha jajanan alen-alen, Vika Dwi Susanti, warga Desa Semarum, Kecamatan Durenan mengungkapkan peningkatan permintaan sudah terasa sejak minggu kedua Ramadan. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, ia pun meningkatkan jumlah produksi. "Jika di hari biasa produksi berkisar antara 90-120 kg seminggu 2 kali. Saat bulan puasa, sejak minggu kedua ramadan produksinya meningkat menjadi 100 kg per hari untuk memenuhi permintaan yang melonjak," ujarnya.
Vika, sapaan akrabnya menambahkan, pada hari biasa jumlah produksi alen hanya 50 kilogram per hari, sedangkan saat bulan ramadan meningkat sekitar 80 kilogram per hari. Tak hanya rasa original saja, dirinya menambahkan variasi rasa seperti pedas manis dan balado. "Setiap rasa memiliki harga yang berbeda. Mayoritas permintaan adalah rasa original, mungkin karena pelanggan ingin menikmati cita rasa asli alen-alen," terangnya.
Usaha rumahan tersebut tidak hanya melayani pelanggan lokal, usahanya juga melakukan pengiriman hingga ke luar kota, membuktikan tingginya minat terhadap produknya. Menariknya, tak hanya para pelanggan yang membeli, namun alen-alen rata-rata dipasok kepada pedagang di pusat oleh-oleh di Trenggalek maupun Tulungagung hingga luar kota seperti Kediri dan Malang. "Dengan meningkatnya permintaan jelang lebaran, omzet yang saya peroleh bisa mencapai jutaan rupiah," ungkapnya.
Untuk menyiasati tingginya permintaan pasar, Vika biasanya membagi stok kepada masing-masing pelanggan. Pasalnya, apabila tidak dibagi akan diborong langsung para pedagang. "Alhamdulillah setiap tahu saat jelang lebaran permintaan banyak. Alhasil, produksi dan pendapatan bisa lumayan," tutupnya