Trenggalekjenggelek – Menjelang hari lebaran, usaha produksi parcel di Trenggalek kembali mengalami lonjakan pesanan yang signifikan. Sejak sebelum bulan puasa, permintaan sudah mulai berdatangan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Salah seorang produsen parcel, Lina Yunita Sari, warga Desa Ngulanwetan, Kecamatan, Pogalan mengatakan, peningkatan pesanan ini bahkan sudah mulai dirasakan sejak awal bulan puasa. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, permintaan parcel meningkat hingga 50 persen. "Sebelum puasa sudah banyak pesanan yang masuk. Tahun ini terasa lebih ramai dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.
Parcel yang dirangkai di rumah produksi ini berisi berbagai macam snack, camilan, hingga sirup. Selain itu, ada juga parcel yang dilengkapi dengan peralatan rumah tangga seperti piring, gelas, atau mangkuk. Menariknya, isi parcel dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, sehingga memberikan fleksibilitas dalam pemilihan produk. "Dalam sehari, usaha ini mampu merampungkan hingga 20 parcel untuk memenuhi pesanan pelanggan," terangnya.
Lina menambahkan, tahun ini jumlah pesanan parcel mencapai sekitar 500 paket, dengan omzet yang berhasil diraih mencapai puluhan juta rupiah. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan dari produksi parcel tahun ini meningkat cukup signifikan.
Usaha yang sudah digeluti selama lima tahun tersebut tidak hanya melayani permintaan dari dalam kota, parcel yang diproduksi juga telah dikirim hingga ke berbagai kota di luar daerah, bahkan ke luar negeri. Kenaikan pesanan ini menunjukkan bahwa parcel masih menjadi pilihan utama sebagai hadiah atau bingkisan lebaran. "Harga parcer sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta. Alhamdulillah dengan meningkatnya pembeli omzet yang saya dapat hingga puluhan juta," pungkasnya.