Trenggaleknjenggelek – Perekonomian Kabupaten Trenggalek mengalami pertumbuhan sebesar 4,71 persen pada tahun 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan di berbagai sektor usaha.
Berdasarkan data dinas terkait, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2024 adalah industri pengolahan sebesar 1,26 persen, perdagangan besar eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor 0,69 persen, informasi dan komunikasi sekitar 0,57 persen dan kontruksi 0,51 persen. "Sektor yang memiliki sumber pertumbuhan tertinggi adalah industri pengolahan seperti, makanan dan minuman, furniture dan segala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujar Statistik Muda Badan Pusat Statistik Trenggalek, Arif Ma'ruf.
Sementara itu, distribusi terbesar terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Trenggalek masih didominasi oleh sektor, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,86 persen, Industri pengolahan sebesar 19,42 persen, Perdagangan besar, eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 15,95 persen. "Meski sektor pertanian menjadi distribusi PDRB pertama, namun pertumbuhan ekonominya melambat hanya sekitar 0,07 persen," tambahnya.
Arif menambahkan, meskipun sektor pertanian masih menjadi leading sector di Trenggalek dengan kontribusi terbesar, pertumbuhannya hanya mencapai 0,31 persen, memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, industri pengolahan tumbuh lebih signifikan sebesar 6,68 persen dan menyumbang 1,26 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. "Jika dilihat sektor yang menyumbang pertumbuhan ekonomi di Trenggalek terbanyak adalah industri pengolahan," terangnya.
Produksi pertanian mengalami penurunan yang disebabkan karena cuaca yang tidak menentu, sehingga banyak yang gagal panen atau hanya sekali panen saja. "Dengan minimnya pertumbuhan, berdampak pada laju ekonomi di daerah yang lambat karena distribusi paling tinggi tetapi sektor pertumbuhan yang masih sedikit," pungkasnya.