Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wujudkan Swasembada Pangan, Panen Raya di Trenggalek Libatkan TNI dan Petani

Zaki Jazai • Rabu, 9 April 2025 | 00:39 WIB
Petani, TNI dan berbagai pihak ketika melakukan panen raya
Petani, TNI dan berbagai pihak ketika melakukan panen raya

Trenggaleknjenggelek – Suasana hangat penuh semangat petani mewarnai para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Jaya Makmur di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Hal tersebut terjadi karena pada Senin (7/4/2025) lokasi itu menjadi tempat pelaksanaan panen raya bersama TNI untuk menciptakan swasembada pangan.

Panen ini bukan sekadar kegiatan lokal, melainkan bagian dari Panen Raya Padi Serentak Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian dan digelar serentak di 14 provinsi sentra utama padi se-Indonesia. Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara hybrid.

Sehingga dari situ diharapkan petani bersama TNI bisa menciptakan ketahanan sekaligus swasembada pangan nasional. Forkopimda Trenggalek pun mengikuti arahan Presiden secara virtual dari lokasi panen.

Baca Juga: Trenggalek Jadi Lokasi Utama Panen Raya Serentak Nasional untuk Perkuat Pasokan Pangan

Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya peran petani dalam ketahanan nasional. “Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara, dan tanpa pangan tidak ada NKRI,” tegasnya.

Presiden juga mengapresiasi stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan yang dinilai sebagai buah kerja keras bersama di sektor pertanian.

Baca Juga: Chatib Basri Ungkap Nasib Kelas Menengah dan Kondisi Ekonomi di Indonesia

Menanggapi arahan tersebut, Dandim 0806/Trenggalek Letkol Czi Yudo Aji Susanto menyatakan bahwa pelaksanaan panen raya ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah, termasuk TNI, dalam mempercepat pencapaian ketahanan pangan juga swasembada pangan nasional. 

“Kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program kemandirian pangan yang dicanangkan Presiden,” ungkapnya.

Letkol Yudo juga menyoroti keberpihakan regulasi pemerintah kepada petani, termasuk kebijakan harga gabah.

“Dengan ditetapkannya harga gabah kering panen Rp6.500 per kilogram, serta kemudahan dalam memperoleh pupuk, para petani kini jauh lebih ringan dalam menjalankan produksi,” ujarnya.

Baca Juga: Pesanan Meningkat, Produksi Parcel Raup Omzet Puluhan Juta

Dukungan konkret terhadap program Serapan Gabah Petani (Sergap) juga terlihat dalam capaian Poktan Jaya Makmur yang berhasil menyuplai 12,38 ton gabah ke Bulog Trenggalek pada musim panen kali ini. Hal ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara petani, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Panen raya di Trenggalek menjadi penanda bahwa semangat gotong royong dan kerja nyata para petani sebagai pahlawan pangan mampu membawa Indonesia menuju kemandirian di tengah dinamika global yang terus berubah. (jaz)

 

Editor : Zaki Jazai
#swasembada pangan #tni #panen raya