Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Serapan Gabah Bulog di Trenggalek Perkuat Kepercayaan Petani kepada Negara Pasca Panen

Zaki Jazai • Selasa, 15 April 2025 | 17:14 WIB
Petani di karangan yang di bantu babinsa menjual gabah ke gudang bulog
Petani di karangan yang di bantu babinsa menjual gabah ke gudang bulog

Trenggaleknjenggelek – Di tengah tantangan pertanian akibat cuaca tak menentu dan harga pasar yang fluktuatif, kehadiran negara melalui program serapan gabah memberikan secercah harapan bagi petani. Hal itu dirasakan langsung oleh Kelompok Tani Sigit Makmur, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, saat Bulog menyerap 3,5 ton gabah hasil panen mereka.

Menurut Ketua Kelompok Tani Sigit Makmur, Sunardi, kegiatan serapan ini bukan hanya soal distribusi hasil panen. Lebih dari itu, adalah bentuk nyata hadirnya negara di tengah rakyat kecil.

"Petani butuh kepastian, terutama soal harga dan penyaluran hasil panen. Ketika Bulog hadir dan menyerap langsung gabah kami, rasa percaya itu tumbuh. Kami merasa tidak sendiri," ujar Sunardi saat ditemui di lokasi.

Sunardi juga mengapresiasi peran Babinsa, Sertu M. Yasak dari Koramil 0806-08/Karangan, yang turun langsung membantu proses timbang dan angkut gabah. Kehadiran TNI, kata dia, bukan hanya fisik semata, tetapi menjadi penguat moral di lapangan.

“Dia itu bukan cuma datang saat panen. Beliau ikut mendampingi kami sejak awal tanam, diskusi soal pupuk, cuaca, dan ikut memotivasi kami. Serapan ini sukses juga karena beliau selalu bersama kami,” tambahnya.

Gabah yang diserap langsung dikirim ke Gudang Bulog Trenggalek. Menurut Sunardi, langkah ini tidak hanya menjaga harga agar stabil, tapi juga memperkuat semangat petani untuk terus produktif.

“Kalau negara begini caranya, kami siap menanam lagi,” pungkas Sunardi, sambil menatap sawah yang baru saja ia panen. 

Sementara itu Staf Operasional Gudang Bulog Trenggalek, Agus Sutrisno, menyebut serapan gabah merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok beras nasional, apalagi menjelang musim paceklik. Ia menyebut kolaborasi dengan TNI menjadi faktor penting kelancaran proses ini.

“Babinsa sangat membantu. Kegiatan serapan menjadi lebih cepat, teratur, dan para petani pun lebih tenang karena merasa didampingi,” jelas Agus.

Program serapan gabah ini merupakan kebijakan strategis pemerintah yang didukung penuh TNI melalui satuan kewilayahan. Danramil 0806-08/Karangan, Kapten Inf Zaenal Arifin, menegaskan bahwa keterlibatan TNI adalah bentuk pengabdian kepada rakyat.

“Kami punya tanggung jawab moral untuk memastikan petani tidak merasa sendirian. Ketahanan pangan itu bagian dari ketahanan negara,” tegasnya.

Trenggalek sendiri merupakan wilayah penyangga pangan di Jawa Timur. Dengan serapan yang berjalan baik dan kehadiran aparat di lapangan, petani tidak hanya melihat negara sebagai pihak yang jauh, tetapi sebagai mitra yang betul-betul hadir dalam keringat dan kerja mereka. (jaz) 

 

BERSINERGI: Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, ST., MT, foto bersama pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus dan forkopimda.
BERSINERGI: Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, ST., MT, foto bersama pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus dan forkopimda.
Editor : Zaki Jazai
#panen #gabah #Bulog