Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sinergi TNI, Pemerintah, dan Petani di Trenggalek Jadi Simbol Harapan Baru Kemandirian Pangan

Zaki Jazai • Kamis, 17 April 2025 | 03:05 WIB
TNI, nersama pemerintah dan masyarakat  di Trenggalek bahu membahu dalam melaksanakan panen raya.
TNI, nersama pemerintah dan masyarakat di Trenggalek bahu membahu dalam melaksanakan panen raya.

Trenggaleknjenggelek – Semangat gotong royong antara TNI, dan pemerintah daerah, serta rakyat kembali menunjukkan wajah harapan baru bagi kemandirian pangan Indonesia. Melalui kegiatan panen raya dan percepatan tanam di Trenggalek, kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tapi kerja bersama yang terukur dan nyata.

Kegiatan panen dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Lancar Pangan, dengan hasil panen mencapai 9 ton gabah. Gabah tersebut langsung diserap oleh Bulog Trenggalek di lokasi, tanpa melalui perantara. Ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan negara kepada petani, yang selama ini sering terjepit dalam mata rantai distribusi yang merugikan.

Dandim 0806/Trenggalek Letkol Czi Yudo Aji Susanto, hadir langsung dan ikut turun ke sawah. Ia bahkan turut mengoperasikan mesin Combine Harvester, menyatu bersama petani dalam suasana panen yang penuh semangat.

“Ini bukan hanya panen gabah, ini panen kepercayaan antara rakyat dan negara. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tapi menyangkut martabat dan masa depan bangsa,” tegas Dandim.

Tak hanya panen, kegiatan juga dilanjutkan dengan program Tancep 14 yaitu percepatan tanam kembali padi dalam waktu 14 hari setelah panen. Langkah ini menjadi solusi strategis untuk menjaga produktivitas lahan di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian pasar global.

“Kami ajak para petani untuk tidak menunda musim tanam. Setiap jengkal tanah adalah peluang emas. Dan TNI siap mendampingi, bersama pemerintah daerah, untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran,” lanjut Letkol Yudo Aji.

Sinergi yang terbangun tak hanya dalam seremoni. Hadir pula jajaran Forkopimcam Durenan, Dinas Pertanian Trenggalek, para Babinsa, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan mereka menegaskan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya urusan satu lembaga, tetapi tanggung jawab kolektif semua elemen bangsa.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan pemerintah. Gabah kami langsung diserap Bulog, tidak harus menunggu tengkulak. Ini baru namanya negara hadir,” ujar Pak Sugiarto, salah satu petani anggota Poktan Lancar Pangan.

Bagi masyarakat Desa Malasan, panen kali ini bukan hanya soal hasil. Tapi juga tentang harapan. Harapan bahwa pertanian masih mendapat perhatian. Harapan bahwa negara masih berdiri di samping petani kecil. Harapan bahwa Indonesia bisa mandiri dalam pangan.

“Kami percaya, selama ada sinergi seperti ini, kedaulatan pangan Indonesia bukan lagi mimpi,” kata Pak Sunarji, tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan panen raya dan tanam cepat di Desa Malasan menjadi contoh konkret bagaimana sinergi lintas sektor bisa menciptakan dampak riil. Di tengah tantangan global, kolaborasi TNI, pemerintah, dan rakyat menghadirkan optimisme baru—bahwa kemandirian pangan Indonesia bukan hanya bisa dicapai, tapi sedang dibangun dari desa-desa seperti Malasan.(jaz)

Photo
Photo
Editor : Zaki Jazai
#pangan #trenggalek #Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah