Trenggaleknjenggelek– Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut konsumsi rumah tangga menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025, dengan pertumbuhan sebesar 4,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan andil 2,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa meski masih tumbuh positif, laju konsumsi rumah tangga menunjukkan perlambatan dibandingkan triwulan I 2024 yang mencatat pertumbuhan 4,91 persen yoy, maupun triwulan IV 2024 sebesar 4,98 persen yoy.
"Jadi, di dalam konsumsi rumah tangga ini tentunya relatif bervariasi. Ada subsektor yang mengalami penguatan, tetapi ada juga subsektor yang mengalami pelemahan," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 4,87 Persen di Triwulan I 2025, Tapi Melemah Dibanding Tahun Lalu
Ia memaparkan bahwa subkomponen Transportasi dan Komunikasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 6,18 persen yoy, diikuti subkomponen Restoran dan Hotel sebesar 6,06 persen, yang sebagian besar disumbang oleh konsumsi di restoran.
Sementara itu, subkomponen makanan dan minuman selain restoran juga tumbuh 4,05 persen yoy. Namun, konsumsi pakaian dan alas kaki melambat ke level 3,48 persen yoy, berkontribusi terhadap melemahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara keseluruhan.
Amalia menilai, tren perlambatan konsumsi rumah tangga kali ini tidak lepas dari perubahan pola hidup masyarakat yang kini lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Meskipun begitu, menurutnya pertumbuhan saat ini masih tergolong stabil dan bukan yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Bupati Trenggalek Dorong Camat Jadi Duta Investasi, Targetkan 2.000 NIB per Tahun
"Kalau dibandingkan ke kondisi tanpa pemilu, sebenarnya di Q1 2025 ini relatif bagus dibandingkan dengan Q1 tahun-tahun sebelumnya yang tanpa pemilu," ungkap Amalia.
Sebagai perbandingan, konsumsi rumah tangga sempat tumbuh lebih rendah pada triwulan I 2022 sebesar 4,35 persen yoy dan pada triwulan I 2023 sebesar 4,53 persen yoy. Bahkan, pada awal pandemi COVID-19 di triwulan I 2020, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat negatif, yakni -5,52 persen yoy.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 4,87 persen yoy. Nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp5.665,9 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) senilai Rp3.264,5 triliun. Namun secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi mengalami kontraksi sebesar -0,98 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Baca Juga: Syarat Saldo Minimum untuk Menjadi Nasabah Prioritas Bank
Amalia menambahkan bahwa komponen pengeluaran lain seperti ekspor dan investasi juga tumbuh, namun tidak sekuat konsumsi rumah tangga. Pemerintah diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.(jaz)
Editor : Zaki Jazai