Trenggaleknjenggelek- Kinerja Diskomindag Trenggalek dalam menarik retribusi pasar harus lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar belum memenuhi target.
Terlihat pada 2024 lalu PAD dari retribusi pasar dan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) di mencapai sekitar 96 persen dari target yang ditetapkan. Kendati masih kurang atau belum menyentuh angka yang direncanakan, tapi diskomidag menganggap realisasi tersebut menunjukkan tren positif.
Itu terlihat tahun lalu, total target PAD sebesar Rp 3.027.500.000. Sedangkan hingga akhir tahun, realisasi yang tercatat mencapai Rp 2.923.798.609.
“Sebanyak 23 pasar melakukan pembayaran retribusi, dengan tingkat capaian kurang lebih 96 persen dari target. Meski belum 100 persen, capaian ini tergolong tinggi,” ungkapnya Sekretaris Diskomindag Trenggalek, Misran.
Dibanding tahun sebelumnya, kinerja 2024 menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2023, realisasi retribusi pasar hanya sebesar Rp 283.219.000. Kenaikan ini menjadi dasar optimisme Diskomindag untuk menetapkan target baru pada 2025 sebesar Rp 3,4 miliar.
“Target ini kami susun berdasarkan pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat serta strategi optimalisasi pemanfaatan aset daerah,” jelas Misran.
PAD sektor pasar terdiri dari empat komponen utama, yaitu retribusi pelataran, los, kios, dan pelayanan tempat khusus parkir. Keempatnya menjadi sumber penerimaan utama dari aktivitas perdagangan tradisional di Trenggalek.
Selain itu, Diskomindag juga mengelola enam lokasi Barang Milik Daerah (BMD) yang mendukung aktivitas perdagangan. Aset-aset ini dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan umum dan dikenakan retribusi sebagai bagian dari kontribusi terhadap PAD.
Untuk mendorong peningkatan capaian ke depan, Diskomindag menyiapkan sejumlah inovasi. Di antaranya adalah peningkatan fasilitas pasar, pengelolaan area parkir yang lebih baik, serta program promosi untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisiPerse
“Kami berharap dengan inovasi yang dilakukan, kontribusi sektor retribusi pasar terhadap PAD akan semakin meningkat, mendukung pembangunan daerah serta pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkas Misran.(jaz)
Editor : Zaki Jazai