Trenggaleknjenggelek – Inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai stabilitas ekonomi suatu negara.
Menurut definisi dari Bank Indonesia (BI), inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Artinya, kenaikan harga pada satu atau dua komoditas saja belum bisa dikategorikan sebagai inflasi, kecuali bila fenomena tersebut menyebar ke berbagai jenis barang dan jasa secara luas.
Baca Juga: Beli Barang Favorit dengan Kredit: Mimpi Indah atau Mimpi Buruk?
Untuk memberikan gambaran yang konkret, inflasi bisa dilihat dari perbandingan harga dalam kurun waktu yang panjang.
Misalnya, pada dekade 1990-an, biaya membangun rumah hanya membutuhkan dana puluhan juta rupiah.
Baca Juga: Gaji Stagnan, Harga Naik: Begini Pengaruh Inflasi Pada Keuanganmu
Namun kini, untuk rumah dengan spesifikasi serupa, biaya pembangunannya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Dampak Inflasi Terhadap Ekonomi
Inflasi yang tidak terkendali dapat menimbulkan gejolak sosial dan keresahan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tangkapan Ikan Panggul Hanya 346 Ton Sepanjang 2024
Berikut beberapa dampak signifikan dari inflasi terhadap aktivitas perekonomian:
1. Kenaikan Suku Bunga
Saat inflasi melonjak, bank sentral—dalam hal ini Bank Indonesia—biasanya mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan untuk menekan laju inflasi.
Tujuan dari kebijakan ini adalah mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga permintaan terhadap barang dan jasa dapat ditekan.
2. Penurunan Daya Beli
Tingginya inflasi menyebabkan biaya hidup meningkat, sementara pendapatan masyarakat tidak selalu naik seiring harga.
Daya beli pun turun, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, suku bunga tinggi juga membuat pinjaman menjadi lebih mahal, sehingga konsumsi masyarakat akan ikut menurun.
3. Minat Menabung Berkurang
Ketika inflasi tinggi, nilai riil dari uang tabungan semakin menurun.
Imbal hasil bunga tabungan kerap tidak mampu mengimbangi laju inflasi, sementara nasabah tetap dibebani biaya administrasi.
Hal ini membuat masyarakat cenderung enggan menyimpan uang di bank.
4. Ekspor Terpengaruh
Inflasi juga berdampak terhadap sektor perdagangan internasional.
Biaya produksi yang naik membuat harga barang ekspor menjadi lebih mahal dan kurang kompetitif di pasar luar negeri.
Akibatnya, ekspor bisa menurun, dan ini berdampak pada penerimaan devisa negara. (kho)